Friday, 25 November 2016

Sendi-Sendi Keimanan Bag-5 ( Iman kepada Qodlo’ dan Qodar )



Langsung saja , masih di mimbar dakwa cangkru'e desa kembangan bersama ustadz Yusron Hasan Bin H. Ah. Mansur , Pada ngaji jarak jauh kita kali ini ustadz akan membahas kemasan yang berjudul " Sendi-Sendi Keimanan Bag-5 ( Iman kepada Qodlo’ dan Qodar ) ".


Monggo ngaos jarak jauh sareng ustadz Yusron....



السلام عليكم ورحمة الله وبركاته





بسم الله الرحمن الرحيم



6. Iman kepada Qodlo dan Qodar ( Percaya bahwa kebaikan dan keburukan itu sudah ditentukan oleh Allah SWT )


Imam Al-Fasyani mengatakan : arti dari iman kepada Qodar adalah kita harus meyakini bahwa sesungguhnya Allah SWT. telah menentukan kebaikan dan keburukan sebelum menjadikan makhluk, dan sesungguhnya semua yang ada adalah berdasarkan qodlo’ dan qodar Allah SWT. dan Allah SWT yang menghendaki segalanya.



As-Sayyid Abdullah Al- Marghoni mengatakan : Iman terhadap Qodar adalah membenarkan bahwa segala yang ada adalah berdasarkan ketentuan Allah SWT, baik itu keburukan ataupun kebaikan, manfaat ataupun madlorot dan manis ataupun pahit.


Dalam sebuah hadits Rosulullah SAW bersabda: 


لايؤمن عبد بالله حتى يؤمن بالقدر خيره وشره من الله . (رواه الترمذي )




Artinya : Seorang hamba Allah tidak akan disebut beriman kepada Allah SWT sampai dia beriman kepada ketentuan Allah SWT yang baik ataupun buruk. ( HR. Turmudzi ).



Secara Umum yang disebut dengan Qodlo’ adalah : ketentuan Allah SWT pada zaman azali ( sebelum makhluk diciptakan ) contoh : kita yang sekarang ini hidup, maka pada zaman azali semuanya sudah ditentukan apa yang akan terjadi dan apa yang kita alami ketika kita ini hidup. Sedangkan Qodar itu adalah : ketentuan Allah yang sudah terjadi. Contoh : semua yang sekarang ini kita alami dan telah terjadi.



Dalam salah satu riwayat dari Ibni Abdil Barban diterangkan bahwa ketika sudah meninggal dunia ruh Nabi Musa AS. berjumpa dengan ruh Nabi Adam AS di langit , kemudian Nabi Musa AS berdebat dengan Nabi Adam AS. Nabi Musa AS menuduh Nabi Adam AS sebagai penyebab diturunkannya manusia dari sorga ke Bumi ini ( karena memakan buah khuldi ), Nabi Adam AS-pun menjawab “Apakah kau menyalahkanaku karena melakukan sesuatu yang telah ditentukan oleh Allah SWT sejak Empat Puluh tahun sebelum Aku dilahirkan?” Nabi Musa AS akhirnya terdiam.




Menurut Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim dari Abu Huroiroh menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh nabi Adam AS dengan memakan buah khuldi itu sudah ditentukan oleh Allah SWT sejak empat puluh tahun sebelum Nabi Adam AS diciptakan, sedangkan menurut riwayat Al-Bazzar dan juga Imam Muslim segalanya itu sudah ditentukan sebelum penciptaan Langit dan Bumi.




Dari keterangan di atas sudah jelas bahwa segala yang kita lakukan itu adalah sudah menjadi ketentuan Allah SWT. Namun demikian ada tata kramanya dalam berbicara, bila kita berbuat baik maka nisbatkanlah kepada Allah SWT sedangkan bila kita berbuat jelek maka nisbatkanlah kepada diri kita sendiri. Allah SWT berfirman



ما اصابك من حسنة فمن الله وما اصابك من سيئة فمن نفسك




Artinya ; apapaun yang menimpamu dari semua kebaikan maka itu dari Allah ( dijadikan dan diciptakan oleh Allah ) dan apapun kejelekan yang menimpamu maka dari dirimu sendiri ( dari usahamu dan bukan ciptaanmu ).

Salah satu contoh adab dalam menisbatkan sebuah perbuatan adalah seperti firman allah yang menceritakan tentang pengakuan nabi Ibrahim AS.


والذي هو يطعمني ويسقين واذا مرضت فهو يشفين

Artinya : dan Dialah ( Allah ) yang memberi Aku makan dan minum, dan ketika Aku sakit maka Dia-lah yang menyembuhkan-ku.

Jadi ketika menyatakan tentang pemberian makan dan minum maka dinisbatkan kepada Allah SWT. Sedangkan sakit itu dinisbatkan kepada diri sendiri ( dengan mengatakan ketika Aku sakit bukan ketika Allah memberi Aku sakit ), sekalipun sebenarnya semua adalah dari Allah SWT.


Mungkin kita bertanya ; bila semua sudah ditentukan oleh Allah SWT mengapa kita berusaha ? ,maka jawabannya adalah karena ketentuan Allah SWT itu tidak ada yang tahu dan usaha yang kita lakukan adalah untuk menyesuaikan apa yang ditentukan oleh Allah SWT untuk kita.bila usaha dan keinginan kita sesuai dengan apa yang dihendaki ditentukan oleh Allah SWT maka usaha kita akan diberi keberhasilan sedangkan bila usaha dan keinginan kita tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki dan ditentukan oleh Allah maka usaha kita akan mengalami kegagalan.

والله اعلم بالصواب

والسلام عليكم ورحمة الله وبركته

Bila ingin melihat keterangan lebih lanjut tentang taqdir silahkan lihat kembali di : Klik Disini

Penulis : Yusron Hasan bin H. Ahmad Mansur
Sumber : كاشفة السجا dan فتح المجيد karya : Asy-Syaikh Muhammad Nawawi bin Umar Al-Jawi

Friday, 18 November 2016

Sendi-Sendi Keimanan bag - 4 ( Iman kepada Hari Akhir ) : Safinatun Najah



Masih kita rasakan nikmatnya ngaji jarak jauh di mimbar dakwa cangkru'e desa kembangan, seperti biasa ustadz Yusron Hasan bin. H. Ah. Mansur sebagai guru tetap kita. kali ini masih melanjutkan ngaji di jumat yang lalu dengan judul kemasan Sendi-Sendi Keimanan bag - 4 ( Iman kepada Hari Akhir ).

Monggo ngaos jarak jauh sareng ustadz yusron Hasan.

 السلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته

 بسم اللّٰه الرحمن الرحيم 


5. Iman kepada Hari Akhir, Maksudnya : kita harus meyakini akan datangnya hari akhir dan peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan hari akhir seperti : hisab, mizan, shiroth, telaga, sorga dan neraka. Disebut dengan hari akhir karena tidak ada lagi siang dan malam seperti di alam dunia, atau hari tersebut merupakan akhir dari hari yang ada di dunia, Hari Akhir itu dimulai dari tiupan sangkakala yang ke dua ( dibangkitkannya manusia dari kubur ) sampai dengan waktu yang tiada batasnya menurut pendapat yang haq. menurut sebagian pendapat hari akhir itu sampai tetapnya manusia di sorga atau neraka, dengan demikian maka permulaan hari akhir itu termasuk hari dunia dan akhirnya adalah termasuk akherat.

Menurut Imam Az-Zamakhsyari permulaan hari akhir adalah dimulai dari dikumpulkannya manusia di padang mahsyar sampai dengan waktu yang tiada batasnya atau sampai dengan tetapnya manusia di sorga atau neraka, dan rentan waktu di padang mahsyar sampai ditetapkannya manusia di sorga atau neraka adalah lima puluh ribu tahun bagi orang kafir ( karena beratnya peristiwa yang terjadi sehingga terasa lama ) , sedangkan bagi orang mukmin yang sholeh peristiwa tersebut lebih cepat dari pada melaksanakan sholat wajib di dunia dan bagi orang mukmin yang durhaka maka peristiwa tersebut adalah tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lama.

Selain harus meyakini tentang datangnya hari akhir kita juga harus mengimani tentang perkara-perkara atupun peristiwa yang berhubungan dengan hari akhir antara lain :

 a. Bangkitnya manusia dari kubur -( Al-ba'ats ) Yaitu : ditiupkannya sangkakala untuk yang ke -dua kalinya sehingga makhluk kembali hidup.

 b. Berkumpulnya manusia di padang mahsyar Padang mahsyar merupakan tempat berkumpulnya manusia, jin dan lain-lain yang dibangkitkan oleh Allah SWT. menurut salah satu pendapat tempatnya adalah di sekitar negara pecahan unisoviet, namun tanahnya tidak seperti sekarang ini karena tanahnya akan dirubah seperti marmer sehingga panasnya luar biasa. Allah SWT berfirman dalam surat Ibrahim ayat : 48

 يَوْمَ تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ ۖ وَبَرَزُوا لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ 

(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan meraka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.

c. Penerimaan catatan amal Catatan amal semua manusia setelah meninggal akan dikumpulkan di sebuah gudang di bawah arasy, besuk ketika hari kiamat gudang tersebut akan dibuka dan catatan amal akan terbang mencari pemiliknya masing-masing ketika di padang mahsyar, setelah sampai ke pemiliknya maka catatan amal itu akan menempel di leher bagian belakang kemudian diambil oleh Malaikat untuk diserahkan ke pemiliknya, Cara menerima catatan amalpun berbeda-beda, ada yang menerima dengan tangan kanan, tangan kiri bahkan ada yg menerima dari belakang dengan tangan menembus dada sampai ke punggung tergantung dari amal perbuatan selama di dunia.

d. Perhitungan amal ( hisab ) Setiap manusia ditanya satu persatu tentang amal perbuatannya selama di dunia, baik amal kebaikan maupun keburukan, tidak ada satupun yang bisa mengelak karena semua anggota badan akan menjadi saksi, sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Yasin ayat : 65

 الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰ أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ 

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.

e. Penimbangan amal ( mizan ) Sebagia ulama'mengatakan bahwa yang ditimbang adalah amal perbuatan dengan cara semua amal kebaik akan diwujudkan dalam bentuk sinar kemudian diletakkan di bagian kanan mizan sedangkan amal kejelekan akan duwujudkan dalam bentuk kegelapan dan diletakkan di bagian kiri mizan.

Menurut kebanyakan ulama' ahli tafsir yang ditimbang adalah lembaran-lembaran catatan amal, penimbangan dilakukan dengan satu mizan yang mempunyai dua bagian ( kira-kira seperti timbangan yang ada pada logo pengadilan ), masing-masing bagian adalah seluas langit dan bumi

f. Syafaat

 
Pertolongan yang akan diterima oleh para Makhluk setelah tidak tahan menahan panas yang luar biasa di padang mahsyar sampai manusia merasa putus asa karena tidak ada satupun orang yang bisa menolong.



Orang yang pertama kali memberi syafaat adalah Rosulullah SAW yang dikenal dg as-syafa'atul udhma, untuk membebaskan seluruh makhluk dari panas yang ada di padang mahsyar tanpa terkecuali baik orang Islam ataupun orang kafir.



Setelah itu para Nabi akan memberi syafaat kepada umat masig-masing, orang-orang sholeh akan memberi syafaat para pengikut dan keluarganya yang beriman, dan orang tua akan memberi syafaat anaknya dan sebaliknya yang sama-sama mukmin.



g. Shiroth



Merupaka jembatan yang direntangkan di atas neraka jahannam, terbuat dari salah satu bulu mata Malaikat Malik, lebih tipis dari pada sehelai rambut dan lebih tajam dari pada pedang, ujung yang satu berada di mauqif ( padang mahsyar ) sedangkan ujung yang satunya berada di bumi sorga.



Menurut salah satu pendapat panjang shiroth adalah tiga ribu tahun perjalanan, seribu tahun naik, seribu tahun turun dan seribu tahun lurus. Sedangkan menurut riwayat yang lain panjang shiroth adalah lima belas ribu tahun perjalanan, lima ribu tahun naik, lima ribu tahun turun dan lima ribu tahun lurus.



h. Telaga



Merupakan tempat Para Nabi memberi minum untuk umat mereka masing-masing,
Menurut sebagian pendapat semua Nabi itu mempunyai telaga kecuali Nabi Sholeh karena telaga Nabi Sholeh sudah digantikan oleh onta yang merupakan mukjizat Beliau akan tetapi telaga yang paling besar adalah telaga Nabi Muhammad SAW.



Sedangkan menurut pendapat yang lain yang punya telaga di padang mahsyar itu hanya Rosulullah SAW. Telaga tersebut berbentuk balok dg panjang dan lebarnya masing-masing adalah perjalanan satu bulan, tepinya terbuat dari emas, baunya seperti misik bahkan lebih wangi dari pada minyak misik, bau batanya terbuat dari lu'lu' ( sejenis permata ), airnya lebih putih dari pada air susu dan lebih manis dari pada madu, di dalam telaga tersebut terdapat wadah ( muk ) sejumlah bintang di langit, semua orang beriman maka akan di beri minum sedangkan orang kafir tidak diperbolehkan untuk minum, dan bagi yang telah minum dari telaga tersebut sekalipun hanya seteguk maka tidak akan haus selamanya.



Tentang tempat telaga Rosulullah SAW, para Ulama' juga berselisih pendapat, sebagian mengatakan bahwa telaga tersebut berada di padang mahsyar sebelum melewati shiroth karena telaga tersebut berfungsi untuk memberi minum umat Rosulullah SAW agar selamat saat di melewati shiroth, sebagian pendapat mengatakan bahwa telaga tersebut berada di antara sorga dan shiroth karena airnya dialiri dari telaga kautsar yang ada di sorga sehingga bila berada di padang mahsyar maka aliran airnya akan terhalang oleh api netaka.



Menurut pendapat Imam Baidlowi Rosulullah SAW itu mempunyai tiga telaga yaitu : satu telaga di padang mahsyar, satu telaga berada di antara shiroth dan sorga dan telaga kautsar yang berada di sorga.



Untuk telaga selain kautsar kita boleh tidak percaya sedangkan untuk telaga kautsar kita wajib percaya karena difirmankan dalam surat Al-Kautsar ayat 1



إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ



Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.

i. Sorga



Merupakan tempat untuk pembalasan orang-orang sholeh yang di dalamnya penuh kenikmatan. ( banyak sekali pendapat tentang sorga jadi gak bisa diterangkan secara detail ).



Allah SWT betrfirman dalam Al-Qur'an Surat Ar-Ro'ad ayat : 35



مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ ۖ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ أُكُلُهَا دَائِمٌ وَظِلُّهَا ۚ تِلْكَ عُقْبَى الَّذِينَ اتَّقَوْا ۖ وَعُقْبَى الْكَافِرِينَ النَّارُ


Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman); mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka.


j. Neraka



Merupakan tempat pembalasan orang-orang yang durhaka kepada Allah SWT ( terlalu ngeri kalau diceritakan ).


والله أعلم بالصواب

والسلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته 


Penulis : Yusron Hasan bin H. Ahmad Mansur
Sumber : فتح المجيد dan نور الظلام karya : Syaikh Muhammad Nawawi bin Umar Al-Jawi

Friday, 11 November 2016

Sendi-Sendi Keimanan bag - 3 ( Iman kepada Kitab-kitab dan Rosul-rasul Allah SWT ) : Safinatun Najah



Pergantian hari semakin cepat , tidak terasa kita kembali bertemu dengan ngaji jarak jauh di mimbar dakwa Cangkru'e Desa Kembangan bersama ustadz Yusron Bin H. Ah. Mansur. Iman kita memang tidak stabil terkadang naik juga turun. Masih dalam tema keimanan, kali ini ustadz akan membawakan kemasan yang berjudul " Sendi-Sendi Keimanan bag - 3 ( Iman kepada Kitab2 dan Rosul2 Allah SWT ) ". Semoga ngaji di hari sebelumnya, hari ini , dan yang akan datang selalu menambah atau memupuk keimanan kita. amiin.

Monggo ngaos jarak jauh sareng ustadz Yusron Hasan....



السلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركات
ه

 بسم اللّٰه الرحمن الرحيم

 

3. Iman kepada Kitab-Kitab Allah SWT


Artinya Kita harus mengimani bahwa : Allah SWT menurunkan beberapa kitab kepada utusann-Nya untuk dijadikan sebagai tuntunan Utusan tersebut beserta umatnya.

Tentang berapa jumlah kitab yang diturunkan oleh Allah SWT kepada para utusan memang terjadi perbedaan pendapat di antara para Ulama', ada yang mengatakan bahwa jumlah kitab yang diturunkan oleh Allah SWT itu berjumlah 104 kitab, ada yang mengatakan berjumlah 114 kitab bahkan menurut Imam As -Suhaimi yang lebih utama adalah tidak usah membatasi jumlah kitab dengan bilangan tertentu karena bila dikumpulkan dari beberapa riwayat maka jumlah kitab itu mencapai 184 kitab.

Dari sekian banyak kitab itu kita tidak wajib mengetahuinya satu persatu, yang wajib kita ketahui itu hanya empat kitab yaitu :

a. Kitab Taurot diturunkan kepada Nabi Musa AS
b. Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Dawud AS
c. Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa AS
d. Kitab Al- Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

dari keempat kitab tersebut yang masih terjaga kemurnian dan keaslian isinya adalah Al-Qur'an sedangkan yang lain telah banyak diubah oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Hijr ayat: 9

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.
 4. Iman kepada Rosul-Rosul Allah SWT

Maknanya adalah : kita harus meyakini bahwa Allah SWT mengutus para utusan ( Nabi dan Rosul ). yang bersifat jujur, memberi nasehat, melarang kemaksiatan, merupakan orang-orang kepercayaan Allah SWT, terjaga dari kesalahan dan dosa besar, cinta kepada mereka merupakan syarat keimanan dan benci kepada mereka merupakan kekufuran.

Tentang berapa jumlah Nabi juga terjadi perbedaan pendapat di antara Ulama' menurut sebagian pendapat adalah 124.000 Nabi menurut pendapat yang lain adalah 224.000 Nabi, namun menurut Syaikh Ahmad Dardir yang lebih utama adalah tidak membatasinya dalam jumlah tertentu karena dikhawatirkan akan memasukkan orang yang bukan Nabi ke dalam golongan nabi atau sebaliknya.

Dari sekian banyak jumlah Nabi yang menjadi Rosul adalah 313 seperti jumlah orang mukmin dalam perang badar, menurut riwayat yang lain adalah 314 seperti jumlah tentara Raja Tholut ketika melawan Raja Jalut.

Jumlah Nabi dan Rosul yang wajib kita ketahui adalah dua puluh lima Rosul yang sudah diterangkan di dalam Al-Qur'an, mulai Nabi Adam AS sampai Nabi Muhammad SAW.

Sedangkan yang tidak diterangkan di dalam Al-Qur'an maka kita wajib mengimaniya secara global, dengan pengertian kita meyakini bahwa Allah SWT mengutus Nabi dan Rosul yang jumlahnya tidak terbatas, karena nama-nama Nabi dan Rosul itu ada yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan ada yang tidak, sebagaimaa firman Allah SWT dalam Surat An-Nisa' ayat : 164

وَرُسُلًا قَدْ قَصَصْنَاهُمْ عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ وَرُسُلًا لَمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ ۚ وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَىٰ تَكْلِيمًا

Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung.

Kedua puluh lima Rosul tersebut juga tidak semuanya mempunyai syariat karena yang mempunyai syariat itu hanya enam yaitu : Nabi Adam AS, Nabi Nabi Nuh As, Nabi Ibrahim AS, Nabi Musa AS, Nabi Isa AS dan Nabi Muhammad SAW, sedangkan Nabi syariatnya mengikuti Syariat Nabi Sebelumnya dan semua syariat nabi terdahulu itu diganti oleh Syariat Nabi Muhammad SAW yang akan tetap terpakai sampai akhir zaman.

والله أعلم بالصواب
 والسلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته

Penulis Yusron Hasan bin H. Ahmad Mansur
Sumber : نور الظلام dan قطر الغيث karya : Imam Nawawi Al-Jawi

Wednesday, 9 November 2016

Jalan Tembusan (Jembatan ) : Desa Kembangan


Desa kembangan, desaku sayang. Secara geografis desa yang letaknya sangat strategis diantara tri pedusunan, desa yang memangku jalan raya pucuk-paciran, yaitu jalan penghubung antar kecamatan, selain itu diapit dua desa yang mana sebelah selatan desa siman dan sebelah utara desa karang.

Tiga desa ini punya jalinan persaudaraan yang sangat erat dan sudah diwariskan sejak zaman nenek moyang kita dahulu, baik dalam hal hubungan sosial budaya atau agama punya persamaan, meskipun dalam hal - hal kecil ada sedikit perbedaan.

Mungkin adat isitiadat budaya ini sudah wariasan dari yai shab, nyai bumi dan nyai dero tiga pepunden ini yg menjadi cerita melegenda di tri pedusunan yaitu kembangan (yai shab), siman (nyai bumi) , dan karang (nyai dero). Dan kebetulan tiga pepunden ini yg laki - laki hanya satu berada di desa kembangan yaitu yai shab.

Dalam cerita babad tanah jawa dikisahkan tiga desa ini memiliki pantangan yang mana orang - orang tua zaman dahulu tidak berani melanggarnya. Pantangannya yaitu tentang perjodohan / pernikahan, seperti ada semacam perjanjian yang tidak tertulis oleh orang tua zaman dahulu antara desa kembangan, siman, dan karang. Dan tiga pedusunan tersebut selalu mematuhi pantangan tersebut.

Dalam cerita yang dituturkan oleh para leluhur kita yang mana orang siman baik laki - laki maupun perempuan tidak boleh mengawini orang karang, begitu pula sebaliknya orang karang baik laki - laki maupun perempuan tidak boleh mengawini orang siman. Orang tua dulu punya alasan karena melangkahi satu desa yaitu desa kembangan dianggap kurang baik. Tapi disisi lain desa kembangan memiliki keistimewaan dalam kasus tersebut yaitu bebas perjodohan dengan orang siman atau orang karang.

Cerita tersebut orang tua zaman dahulu boleh percaya boleh tidak, setelah berjalan berpuluh - puluh tahun bahkan berabad - abad, sedikit demi sedikit kepercayaan itu luntur dengan sendirinya, akhirnya orang siman atau orang karang yang mau berjodohan punya cara untuk menyiasati larangan tentang perjodohan itu. Agar tidak melangkahi desa kembangan, dengan cara membuat jalan tembus atau jalan pintas sebagai penghubung. 


Cerita ini sebenarnya tidak banyak orang yang tau, karena semua hal - hal yang berbau tahayul atau adat budaya jawa asli tergerus atau tergusur oleh pengaruh agama islam, dengan sendirinya lambat laun anak cucu kita sebagai generasi penerus tidak tahu bahkan tidak mengenal sejarah atau riwayat desanya.

Melalui tulisan ini paklik prasojo kaniraras hanya ingin sedikit mengingat begitu banyaknya cerita tentang desa yang belum kita ketahui. Jalan tembus yang dibagun atau dirintis oleh para leluhur zaman dahulu sebagai penghubung sampai sekarang masih membekas dan bahkan masih bisa dirasakan dan tetap lestari.

Salah satu contoh jalan tembus yang ada di desa karang yaitu dari belakang rumah wak bamban menuju selatan melalui persawahan yang ada disebelah utara desa kembangan tembus belakang rumahnya mbah mustajim (kakeknya cak yunus) atau belakang rumah mbak maya ( makin ) lalu melalui gang depan rumah mbah legiyah ke selatan tembus belakang rumah bapak prayitno yang mana jalan tembus itu menyebrangi sungai maka zaman dulu sebagai sarana jembatan hanya dibuat dari bambu (uwot).

Pada tahun 80an jalan tembus ke desa siman yang ada di belakang rumah bapak prayitno dialihkan atas usul alm bapak tajap RT 2 (bapak nya ust mujiono) akhirnya dibagunlah jembatan / uwot terpanjang di kembangan pada waktu itu yang berada di belakang rumah bapak sajid (bapaknya  bapak anas rodli) panjang jembatan yang berbahan dari bambu itu  kurang lebih 80m. Perlu diketahui jembatan yang panjang itu diselimuti oleh rimbunnya bambu membuat keadaan agak horor dan setiap langkah harus ekstra hati - hati karena jembatan hanya sebatang sampai dua batang bambu yang di fungsikan sebagai jembatan. Dan ketika musim kemarau jembatan atau uwot  itu tidak banyak yang melewati karena kebanyakan orang ke pasar siman memilih jalan darat.

 
Dari kebiasaan jalan darat ketika musim kemarau itu maka pada era 90an jalan tembus dialihkan lagi, yang sampai sekarang berada di belakang rumah bapak mundofar (bapaknya aan) RT 3, menuju siman melalui depan rumah bapak mustaji (mbah rokani alm) dan dibangunlah jembatan sederhana. Berbeda dengan jembatan yang sebelumnya di RT 2, jembatan di RT 3 ini sudah didesain praktis dan lebih nyaman, disamping itu panorama disekitarnya sangat indah ketika bengok - bengok (enceng gondok) tumbuh dan berkembang memenuhi dataran kali mbanggi dan sekitarnya.

Jalan alternatif kedua yang bisa menuju desa siman yaitu makam keramat siman dari belakang rumah bapak maskuri (dongkol) melalui samping makam yai shab, tapi sayang jalan ini sekarang sudah terputus karena tidak adanya sarana jembatan sejak ada program pembegoan kali sebelah selatan proyek tapal batas.

Dengan adanya jalan tembus ini jalinan persaudaraan warga antara desa siman, kembangan, dan karang terasa lebih erat.

Kembali pada cerita mitos tentang perjodohan antara tri pedusunan boleh percaya boleh tidak, kenyataannya memang demikian. Jarang sekali ada orang siman yang menikah dengan orang karang atau sebaliknya, tapi disisi lain orang kembangan banyak yang menikah atau mendapat jodoh dari siman atau karang.

Dari cerita jalan tembus ini harapan kedepannya, paklik prasojo kaniraras agar pemerintah desa mau mengupayakan akses jalan tembus terutama ke desa siman ini bisa difasilitasi secara resmi, karena jalan tembus yang ada selama ini masih melintasi atau melewati pekarangan milik pribadi yaitu pekarangan atau tanah milik bapak mundofar.

Demikian cerita atau sejarah jalan tembus yang pada awalnya berbau mitos atau istilah yang lain. Yang jelas dari segi sosial budaya banyak bermanfaat dan semoga jalan tembus ini tetap lestari. Diakhir tulisan apabila banyak salah - salah kata paklik prasojo kaniraras  mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Dirilis  : Oleh Admin Cangkru'e Desa Kembangan
Penulis : Pak lek Prasojo Kaniraras
Sumber : Pak lek Prasojo Kaniraras dan Pakdhe Guno

Friday, 4 November 2016

Sendi-Sendi Keimanan bag - 2 (Iman kepada Malaikat - Malaikat Allah SWT ) : Safinatun Najah




Masih di gelombang yang sama dalam ngaji jarak jauh bersama ustadz Yusron Hasan Bin H. Ah. Mansur pada mimbar dakwa cangkru'e desa kembangan, kali ini masih melanjutkan ngaji kitab Safinatun Najah dengan judul kemasan Sendi-Sendi Keimanan bag - 2 (Iman kepada Malaikat - Malaikat Allah SWT ).

Monggo ngaos jarak jauh sareng ustadz yusron  ....

السلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته 


بسم اللّٰه الرحمن الرحيم

2. Beriman kepada Malaikat yaitu :

Meyakini bahwa Malaikat itu adalah Makhluk Allah SWT yang tubuhnya terbuat dari cahaya yang lembut, tidak laki-laki ataupun perempuan, tidak punya ayah dan ibu, tidak makan dan tidak minum, selalu benar apapun yang disampaikan, tidak menikah dan juga tidak melahirkan, amal mereka tidak dicatat dan juga tidak dihitung karena mereka adalah pencatat dan penghitung amal, amal mereka juga tidak akan ditimbang karena mereka tidak mempunyai kejelean ( bersifat ma'shum ).

Jumlah malaikat itu sangat banyak sekali dan hanya Allah SWT yang tahu berapa jumlah malaikat, karena itu tidak wajib mengetahuinya secara menyeluruh, kita hanya diwajibkan mengimani bahwa jumlah mereka sangat banyak. Sedangkan tentang nama-nama dan tugas Malaikat ada yang diwajibkan bagi kita untuk mengetahuinya secara global dan ada yang diwajibkan bagi kita mengetahui nama-nama mereka secara terperinci.

Untuk nama dan tugas malaikat yang wajib kita ketahui secara global antara lain :


1. Malaikat pembawa arsy, berjumlah empat untuk kehidupan di dunia ini dan jumlahnya akan dijadikan delapan besuk ketika kehidupan akherat.

2. Malaikat yang berada di sekitar Arsy, menurut Wahab bin Munabbah mereka terdiri dari tujuh puluh ribu baris yang semuanya mengelilingi arsy ( berthowaf ), sambil membaca takbir.

3. Malaikat Ruhaniyyun, menurut salah satu keterangan mereka berada di bumi yang berwarna putih yang luasnya adalah seluas empat puluh hari perjalanan matahari, mereka mendendangkan tahlil dan tasbih, andai saja suara mereka terdengar di bumi maka bumi akan hancur.

4.Malaikat Safaroh, malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu, ilham ataupun sejenisnya kepada para Rosul dan hamba yang sholeh.( penghubung antara Allah SWT dan makhluk ).

5. Malikat hafdhoh, penjaga manusia dari bahaya, berjumlah dua puluh malaikat yang bergantian untuk siang dan malam masing-masing sepuluh malaikat.

6. Malaikat katabah, bertugas menghapus catatan dari lauhul mahfudh.mereka mempunyai sayap, ada yang dua sayap, tiga dan ada yang masing-masing empat sayap.

Sedangkan nama dan tugas Malaikat yang harus kita ketahui secara terperinci itu ada sepuluh yaitu :

1. Malaikat Jibril, merupakan Malaikat yang paling mulia, bertugas menyampaikan wahyu kepada para utusan Allah SWT, merupakan pemimpin para Malaikat.

2. Malaikat Mikail, bertugas mengatur takaran air hujan, air laut, air sungai dan takaran rizki, juga menggambar janin yang ada di dalam kandungan.

3. Malaikat Izro'il, bertugas meniup, mencabut semua nyawa Makhluk yang bernyawa mulai dari makhluk terkecil seperti nyamuk dan sejenisnya sampai Makhluk terbesar.

4. Malaikat Isrofil, bertugas meniup sangkakala yang sekarang sudah melekat di ke-dua bibirnya, sangkakala itu bentuknya seperti tanduk yang mempunyai lubang sejumlah makhluk, tiupan sangkakala terjadi dua kali, yang pertama akan mematikan makhluk sedangkan yang ke-dua akan membangkitkannya. Allah SWT berfirman dalam Surat Az-Zumar ayat : 68


وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۖ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ
 

Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).





5 & 6. Malaikat Mungkar dan Nakir, bertugas menanyai mayit di alam kubur, Tubuh kedua malaikat ini hitam, mempunyai rambut panjang sampai bumi dan suaranya seperti kilat yang menyambar.

Menurut pendapat Ibnu Yunus Malaikat yang menanyai orang beriman adalah Malaikat Basyir dan Mubasyir.

7 & 8. Malaikat Rokib Atid, bertugas mencatat semua amal manusia baik berupa kebaikan ataupun kejelekan, Rokib Atid merupakan nama dari kedua Malaikat tersebut ( keduanya namanya Rokib Atid dan bukan satunya Rokib kemudian yang lain Atid ).

Allah SWT bergfirman dalam Surat Qof ayat : 18

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
 
Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.


9. Malaikat Malik , bertugas menjaga Neraka bersama Malaikat Zabaniyah yang terdiri dari sembilan belas golongan dan masing-masing golongan mempunyai bala tentara yang sangat banyak ( tidak ada yang tahu jumlahnya kecuali Allah SWT ).

10. Malaikat Ridlwan.Bertugas menjaga Surga, Malaikat Ridlwan merupakan pemimpin Para Penjaga Sorga yang mempuyai delapan pintu besar yang masing-masing mempunyai sepuluh pintu kecil.

 
والله أعلم بالصواب

والسلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته

Penulis : Yusron Hasan bin H. Ahmad Mansur
Sumber : نور الظلام dan قطر الغيث karya : Imam Nawawi Al-Jawi

Friday, 28 October 2016

Sendi-Sendi Keimanan bag -1 (Iman kepada Allah SWT ) : Safinatun Najah




Monggo ngaji kembali dalam program ngaji jarak jauh bersama ustadz Yusron Hasan bin H. Ah. Mansur di mimbar dakwa cangkrue'e desa kembangan. masih melanjutkan kajian kitab Safinatun Najah dan sudah sampai ke pasal 2. "Sendi-Sendi Keimanan bag -1 (Iman kepada Allah SWT )".

Monggo ngaos jarak jauh sareng ustadz yusron..


 السلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته 

 بسم اللّٰه الرحمن الرحيم

 فصل أركان الإيمان ستة أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر والقدر خيره وشره من اللّٰه تعالى 



Pasal ke-2 : Rukun Iman itu ada enam yaitu : engkau percaya kepada Allah SWT, percaya kepada Malaikat-Malaikat Allah, percaya kepada Kitab-Kitab Allah, percaya kepada Utusan-Utusan Allah, percaya pada Hari Akhir, percaya bahwa semua ketentuan dan kejadian baik ataupun buruk itu dari Allah Ta'ala.

Keterangan : Iman secara bahasa adalah : Pembenaran secara umum Sedangkan iman secara syariat adalah : membenarkan apa yang dibawa oleh Rosulullah SAW tentang perkara-perkara agama yang diketahui dengan pasti.

Secara ringkasnya seseorang itu disebut mukmin bila mengimani enam perkara yaitu :

1. Beriman kepada Allah SWT yaitu : Percaya dan meyakini tentang Allah SWT ( makrifat kepada Allah SWT ) . Dalam ilmu Tauhid makrifat kepada Allah SWT itu bisa dilakukan dengan dua cara yaitu :

A. Makrifat dengan mengenal dan meyakini sifat-sifat Allah SWT, baik mengenal sifat Allah SWT secara global ataupun secara terperinci. Maksud dari mengenal sifat Allah SWT secara global adalah : meyakini bahwa Allah SWT itu maha sempurna dan suci dari segala macam kekurangan. Sedangkan mengenal sifat Allah SWT secara terperinci yaitu : mengetahui dan meyakini tentang sifat-sifat Allah SWT satu persatu.

Perlu diketahui bahwa sifat yang dimiliki oleh Allah SWT itu tidak terbatas jumlahnya dan manusia tidak mungkin mampu memahaminya satu-persatu secara menyeluruh, karena itulah kemudian para Ulama' membuat sebuah kaidah tentang sifat wajib bagi Allah SWT yang harus kita ketahui dan kita imani antara lain : 
-Wujud artinya : Allah SWT ada dan tanpa ada yang menciptakan.
-Qidam artinya: Allah SWT itu dahulu dan tanpa ada permulaannya.
-Baqo' artinya : Allah SWT kekal tanpa ada akhir.
-Mukholafatu lilhawaditsi : Allah SWT berbeda dengan malkhluk baik itu dalam dzat, sifat ataupun dalam pekerjaan.
-Qiyamuhi binafsihi artinya : Allah SWT itu tidak butuh tempat dan juga tidak butuh kepada yang lain
-Wahdaniyah artinya : Allah SWT itu satu (Tunggal) dan tidak ada yang menyerupai dalam hal apapun. -Qudroh artinya : Allah SWT itu Maha Kuasa untuk menjadikan apapun sesuai kehendak-Nya.
-Irodah artinya : Allah SWT itu menghendaki segala yang terjadi.
-Ilmu artinya : Allah SWT mengetahui segala perkara, baik yang sudah terjadi, sedang terjadi ataupun yang akan terjadi.
-Hayat artinya : Allah SWT itu hidup, tanpa ruh dan tanpa jasad.
-Sama' artinya : Allah SWT mendengar segala hal baik berupa dzat, sifat ataupun perbuatan, Allah SWT mendengar tanpa menggunakan alat baik telinga ataupun sejenisnya.
-Bashor artinya : Allah SWT melihat segala perkara baik berupa dzat, sifat ataupun perbuatan, Allah SWT melihat tanpa menggunakan alat berupa mata ataupun sejenisnya.
-Kalam artinya : Allah SWT berfirman, tidak berupa huruf ataupun suara, tidak ada permulaan dan tidak ada akhirnya, Allah SWT berfirman tanpa menggunakan alat mulut ataupun sejenisnya.

Bila kita mengetahui dan meyakini sifat-sifat tersebut disertai dengan dalilnya ( bukti ) baik dalil aqli ( logika ) ataupun dalil naqli ( bersumber dari Qur'an dan Hadits ) maka keimanan kita disebut iman makrifat, sedangkan bila kita tidak mengerti dalilnya maka keimanan kita disebut iman taqlid ( keimanan yang mengikuti pendapat orang lain ).

B. Makrifat kepada Allah SWT dengan cara mukasyafah yaitu : dengan terbukanya penglihatan hati sehingga seolah-olah bisa melihat Allah SWT. Untuk seseorang yang makrifatnya secara mukasyafah maka tidak perlu mengetahui tentang makna dan dalil dari sifat-sifat Allah SWT namun itu tidak bisa terjadi pada sembarang orang, dan hanya terjadi pada orang-orang yang dipilih oleh Allah SWT.

 والله أعلم بالصواب والسلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته 

Penulis : Yusron Hasan bin H. Ahmad Mansur

Thursday, 27 October 2016

Nasib Kuba Masjid Desa Kembangan



Desa Kembangan yang aku cintai dan sayangi. Memang sejauh ini secara kasat mata terlihat indah , damai, dan aman, namun dibalik itu semua tersimpan banyak hal didalamnya, seperti yang satu ini sekarang menjadi trending topik di bulan oktober yaitu perihal kuba masjid Roudlotul Fallah yang mana hampir semua warga membicarakan hal tersebut. Pada akhirnya membentuk berbagai opini publik, seperti banyak orang bilang proyek yang pengerjaanya amburadul, kesalahan pemilihan vendor atau pemborong dan lain- lain.

Masih ingatkah kita proyek kuba dimulai pada bulan oktober 2015 yang pernah diperkirakan akan rampung tiga bulan sampai empat bulan berikutnya, estimasi penggarapan yang tertulis dalam kontrak dengan pemborong yang bernama saudara  yanto berasal dari kota Sidoharjo. Tidak disangka sekarang sudah oktober 2016 dan belum rampung juga.

Dalam hati paklik prasojo kaniraras bertanya - tanya dan menyimpulkan berarti proyek tersebut sudah satu tahun lamanya, melihat kejadian seperti itu pakde guno dan paklik prasojo kaniraras turut prihatin. Sebelumnya penulis memohon maaf apabila dalam tulisan ada pihak - pihak yang tersinggung , sekalilagi mohon maaf penulis tidak bermaksud mendiskriditkan pihak manapun yang dalam bahasa kiyai adalah suudzon. Pada tulisan, penulis hanya ingin mengajak pada semua pihak untuk intropeksi diri.

Dan penulis mengajak, marilah kita menengok kebelakang perjalanan awal pembangunan masjid yang berkuba raksasa itu. Program penggalangan dana diawali pada tahun 2000 kala itu kepala desa masih dijabatoleh bapak maskuri , serta pada saat itu segenap warga turut ambil bagian dalam pengumpulan dana.

Dari pihak kota atau disebut warga rantau bersediah menyisihkan dana minimal 1 porsi antara harga Rp 2.000 sampai dengan Rp. 2.500. Namun dalam perjalanan cara penggalangan dana mengalami kemacetan pada awal 2002. Dan masih untung ada orang - orang yang peduli . Kami yang berada didesa bisa tersenyum kembali ketika mendengar adanya inisiatif untuk menggugah kembali penggalangan dana yang di komandani oleh Bapak Tarlan dan Almarhum Bapak Karmo pada saat itu menjadi wakil dari rantau jogja, Beliau menggugah penggalangan dengan cara mendatangi kota - kota lain untuk diajak bermusyawarah, alhamdulillah lobi - lobi dengan pihak kota lain berhasil dan penggalangan dana kembali dilakukan.

Awal dibentuknya panitia pembangunan masjid di isi oleh generasi muda dan generasi tua, setelah panitia terbentuk tahun 2002 terjadi pro dan kontra dikalangan masyarakat mengenai komponen panitia, banyak protes sana - sini sehingga selang beberapa waktu semua anggota panitia mendapat surat kalengyang intinya panitia harus dirombak dan akhirnya bapak kepala desa maskuri senagai pelindung menyarankan untuk merompak personil panitia. Dan yang menjadi pertanyaan sampai sekarang adalah siapa pengiring surat kaleng tersebut belum terkuak.

Sebenarnya penulis tidak mengetahui tentang seluk beluk kepanitiaan karena itu semua wewenang takmir masjid, tapi dari sisi sosial budaya paklik prasojo kaniraras ingin memberi sedikit saran dan kritik demi kebaikan bersama karena ini menyangkut khalayak umum. Apabila mau mengingat kembali masa lampau sebenarnya banyak hal yang kurang berkenan di benak masyarakat contoh seperti dulu ketika awal akan dilaksanakan pembangunan masjid warga diminta kerja bakti memecah batu bongkahan besar menjadi batu cor, dan pada akhirnya batu cor yang hasil pecahan dan terletak pada sebelah barat masjid tidak digunakan alias tidak terpakai.

Setelah masjid hampir selesai muncul kembali persoalan baru tentang proyek kaca, yang mana awalnya proyek kaca ini di tangani oleh pemborong dari lokal yaitu warga desa kembangan sendiri yang sudah berpengalaman disurabaya. Pemborong yang berasal dari RT 6 itu pada mulanya ingin memilih bahan yang bagus demi untuk masjidnya sendiri. Dalam pengerjaannya terkesan lambat dimata panitia dan mengakibatkan salah paham, kemudian panitia menerima tawaran dari pemborong proyek kaca yang lain.

Selanjutnya proyek pagar stainless, proyek ini tidak banyak orang tahu tetapi namanya orang banyak tidak terhindar dari pro dan kontra namun proyek ini terbilang sukses warga pun akhirnya diam. Kemudian proyek pengecetan ulang seluruh dinding masjid termasuk kuba masjid, proyek yang menelan anggaran 67 juta itu hanya bertahan satu tahun , cat perlahan ngelotok disana sini. Di sinyalir cat yang kurang berkualitas . Pada akhirnya masyarakatpun protes namun tidak ada respon dari panitia.

Dan sampailah pada proyek yang penganggarannya sampai 200 juta ini menjadi proyek yang paling populer dan membuat pusing panitia, ditambah lagi warga seprti bersungut (bertanduk). Menurut pengamatan paklik prasojo kaniraras, memang kuba masjid desa kembangan ini kuba yang paling besar dikabupaten lamongan, di balik itu menyimpan persoalan yang besar pula.

Sekali lagi paklik prasojo sangat prihatin dengan masalah yang dihadapi panitia, namun disisi lain penulis masih punya rasa bangga terhadap para jamaah yang tidak terpengaruh, bahkan muadzin bapak rasemat mengumandangkan adzannya semakin meliyuk-liyuk mendayu-dayu untuk memanggil jamaah sholat fardlu.

Dilain sisi penulis terkadang merasa malu manakala mendengar celotehan orang yang melintas di jalan utama desa kembangan ketika melihat kuba " Iki kuba opo kurungan pitik jago ". Dan juga dari tetangga desa terutama dari desa karang dan siman " Opoan wong kembangan umek masalah kuba ora mari - mari ".

Diakhir kata penulis ingin membantu doa semoga panitia cepat menemukan solusi terbaik untuk keluar dari masalah yang selama ini menjadi PR warga kembangan. Masalah insyaAllah ada solusinya , utamakan bermusyawarah dari pada suudzon sana sini. Sekian kami akhiri tulisan ini dan apabila dalam tulisan banyak salah dan kurang berkenan di benak pihak manapun penulis mohon maaf sebesar - besarnya, dan sekali lagi penulis tidak punya tendensi apapun kecuali demi kebaikan bersama terutama untuk masjid.

Penulis : Paklik prasojo kaniraras