Friday, 4 November 2016

Sendi-Sendi Keimanan bag - 2 (Iman kepada Malaikat - Malaikat Allah SWT ) : Safinatun Najah




Masih di gelombang yang sama dalam ngaji jarak jauh bersama ustadz Yusron Hasan Bin H. Ah. Mansur pada mimbar dakwa cangkru'e desa kembangan, kali ini masih melanjutkan ngaji kitab Safinatun Najah dengan judul kemasan Sendi-Sendi Keimanan bag - 2 (Iman kepada Malaikat - Malaikat Allah SWT ).

Monggo ngaos jarak jauh sareng ustadz yusron  ....

السلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته 


بسم اللّٰه الرحمن الرحيم

2. Beriman kepada Malaikat yaitu :

Meyakini bahwa Malaikat itu adalah Makhluk Allah SWT yang tubuhnya terbuat dari cahaya yang lembut, tidak laki-laki ataupun perempuan, tidak punya ayah dan ibu, tidak makan dan tidak minum, selalu benar apapun yang disampaikan, tidak menikah dan juga tidak melahirkan, amal mereka tidak dicatat dan juga tidak dihitung karena mereka adalah pencatat dan penghitung amal, amal mereka juga tidak akan ditimbang karena mereka tidak mempunyai kejelean ( bersifat ma'shum ).

Jumlah malaikat itu sangat banyak sekali dan hanya Allah SWT yang tahu berapa jumlah malaikat, karena itu tidak wajib mengetahuinya secara menyeluruh, kita hanya diwajibkan mengimani bahwa jumlah mereka sangat banyak. Sedangkan tentang nama-nama dan tugas Malaikat ada yang diwajibkan bagi kita untuk mengetahuinya secara global dan ada yang diwajibkan bagi kita mengetahui nama-nama mereka secara terperinci.

Untuk nama dan tugas malaikat yang wajib kita ketahui secara global antara lain :


1. Malaikat pembawa arsy, berjumlah empat untuk kehidupan di dunia ini dan jumlahnya akan dijadikan delapan besuk ketika kehidupan akherat.

2. Malaikat yang berada di sekitar Arsy, menurut Wahab bin Munabbah mereka terdiri dari tujuh puluh ribu baris yang semuanya mengelilingi arsy ( berthowaf ), sambil membaca takbir.

3. Malaikat Ruhaniyyun, menurut salah satu keterangan mereka berada di bumi yang berwarna putih yang luasnya adalah seluas empat puluh hari perjalanan matahari, mereka mendendangkan tahlil dan tasbih, andai saja suara mereka terdengar di bumi maka bumi akan hancur.

4.Malaikat Safaroh, malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu, ilham ataupun sejenisnya kepada para Rosul dan hamba yang sholeh.( penghubung antara Allah SWT dan makhluk ).

5. Malikat hafdhoh, penjaga manusia dari bahaya, berjumlah dua puluh malaikat yang bergantian untuk siang dan malam masing-masing sepuluh malaikat.

6. Malaikat katabah, bertugas menghapus catatan dari lauhul mahfudh.mereka mempunyai sayap, ada yang dua sayap, tiga dan ada yang masing-masing empat sayap.

Sedangkan nama dan tugas Malaikat yang harus kita ketahui secara terperinci itu ada sepuluh yaitu :

1. Malaikat Jibril, merupakan Malaikat yang paling mulia, bertugas menyampaikan wahyu kepada para utusan Allah SWT, merupakan pemimpin para Malaikat.

2. Malaikat Mikail, bertugas mengatur takaran air hujan, air laut, air sungai dan takaran rizki, juga menggambar janin yang ada di dalam kandungan.

3. Malaikat Izro'il, bertugas meniup, mencabut semua nyawa Makhluk yang bernyawa mulai dari makhluk terkecil seperti nyamuk dan sejenisnya sampai Makhluk terbesar.

4. Malaikat Isrofil, bertugas meniup sangkakala yang sekarang sudah melekat di ke-dua bibirnya, sangkakala itu bentuknya seperti tanduk yang mempunyai lubang sejumlah makhluk, tiupan sangkakala terjadi dua kali, yang pertama akan mematikan makhluk sedangkan yang ke-dua akan membangkitkannya. Allah SWT berfirman dalam Surat Az-Zumar ayat : 68


وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۖ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ
 

Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).





5 & 6. Malaikat Mungkar dan Nakir, bertugas menanyai mayit di alam kubur, Tubuh kedua malaikat ini hitam, mempunyai rambut panjang sampai bumi dan suaranya seperti kilat yang menyambar.

Menurut pendapat Ibnu Yunus Malaikat yang menanyai orang beriman adalah Malaikat Basyir dan Mubasyir.

7 & 8. Malaikat Rokib Atid, bertugas mencatat semua amal manusia baik berupa kebaikan ataupun kejelekan, Rokib Atid merupakan nama dari kedua Malaikat tersebut ( keduanya namanya Rokib Atid dan bukan satunya Rokib kemudian yang lain Atid ).

Allah SWT bergfirman dalam Surat Qof ayat : 18

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
 
Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.


9. Malaikat Malik , bertugas menjaga Neraka bersama Malaikat Zabaniyah yang terdiri dari sembilan belas golongan dan masing-masing golongan mempunyai bala tentara yang sangat banyak ( tidak ada yang tahu jumlahnya kecuali Allah SWT ).

10. Malaikat Ridlwan.Bertugas menjaga Surga, Malaikat Ridlwan merupakan pemimpin Para Penjaga Sorga yang mempuyai delapan pintu besar yang masing-masing mempunyai sepuluh pintu kecil.

 
والله أعلم بالصواب

والسلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته

Penulis : Yusron Hasan bin H. Ahmad Mansur
Sumber : نور الظلام dan قطر الغيث karya : Imam Nawawi Al-Jawi

Friday, 28 October 2016

Sendi-Sendi Keimanan bag -1 (Iman kepada Allah SWT ) : Safinatun Najah




Monggo ngaji kembali dalam program ngaji jarak jauh bersama ustadz Yusron Hasan bin H. Ah. Mansur di mimbar dakwa cangkrue'e desa kembangan. masih melanjutkan kajian kitab Safinatun Najah dan sudah sampai ke pasal 2. "Sendi-Sendi Keimanan bag -1 (Iman kepada Allah SWT )".

Monggo ngaos jarak jauh sareng ustadz yusron..


 السلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته 

 بسم اللّٰه الرحمن الرحيم

 فصل أركان الإيمان ستة أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر والقدر خيره وشره من اللّٰه تعالى 



Pasal ke-2 : Rukun Iman itu ada enam yaitu : engkau percaya kepada Allah SWT, percaya kepada Malaikat-Malaikat Allah, percaya kepada Kitab-Kitab Allah, percaya kepada Utusan-Utusan Allah, percaya pada Hari Akhir, percaya bahwa semua ketentuan dan kejadian baik ataupun buruk itu dari Allah Ta'ala.

Keterangan : Iman secara bahasa adalah : Pembenaran secara umum Sedangkan iman secara syariat adalah : membenarkan apa yang dibawa oleh Rosulullah SAW tentang perkara-perkara agama yang diketahui dengan pasti.

Secara ringkasnya seseorang itu disebut mukmin bila mengimani enam perkara yaitu :

1. Beriman kepada Allah SWT yaitu : Percaya dan meyakini tentang Allah SWT ( makrifat kepada Allah SWT ) . Dalam ilmu Tauhid makrifat kepada Allah SWT itu bisa dilakukan dengan dua cara yaitu :

A. Makrifat dengan mengenal dan meyakini sifat-sifat Allah SWT, baik mengenal sifat Allah SWT secara global ataupun secara terperinci. Maksud dari mengenal sifat Allah SWT secara global adalah : meyakini bahwa Allah SWT itu maha sempurna dan suci dari segala macam kekurangan. Sedangkan mengenal sifat Allah SWT secara terperinci yaitu : mengetahui dan meyakini tentang sifat-sifat Allah SWT satu persatu.

Perlu diketahui bahwa sifat yang dimiliki oleh Allah SWT itu tidak terbatas jumlahnya dan manusia tidak mungkin mampu memahaminya satu-persatu secara menyeluruh, karena itulah kemudian para Ulama' membuat sebuah kaidah tentang sifat wajib bagi Allah SWT yang harus kita ketahui dan kita imani antara lain : 
-Wujud artinya : Allah SWT ada dan tanpa ada yang menciptakan.
-Qidam artinya: Allah SWT itu dahulu dan tanpa ada permulaannya.
-Baqo' artinya : Allah SWT kekal tanpa ada akhir.
-Mukholafatu lilhawaditsi : Allah SWT berbeda dengan malkhluk baik itu dalam dzat, sifat ataupun dalam pekerjaan.
-Qiyamuhi binafsihi artinya : Allah SWT itu tidak butuh tempat dan juga tidak butuh kepada yang lain
-Wahdaniyah artinya : Allah SWT itu satu (Tunggal) dan tidak ada yang menyerupai dalam hal apapun. -Qudroh artinya : Allah SWT itu Maha Kuasa untuk menjadikan apapun sesuai kehendak-Nya.
-Irodah artinya : Allah SWT itu menghendaki segala yang terjadi.
-Ilmu artinya : Allah SWT mengetahui segala perkara, baik yang sudah terjadi, sedang terjadi ataupun yang akan terjadi.
-Hayat artinya : Allah SWT itu hidup, tanpa ruh dan tanpa jasad.
-Sama' artinya : Allah SWT mendengar segala hal baik berupa dzat, sifat ataupun perbuatan, Allah SWT mendengar tanpa menggunakan alat baik telinga ataupun sejenisnya.
-Bashor artinya : Allah SWT melihat segala perkara baik berupa dzat, sifat ataupun perbuatan, Allah SWT melihat tanpa menggunakan alat berupa mata ataupun sejenisnya.
-Kalam artinya : Allah SWT berfirman, tidak berupa huruf ataupun suara, tidak ada permulaan dan tidak ada akhirnya, Allah SWT berfirman tanpa menggunakan alat mulut ataupun sejenisnya.

Bila kita mengetahui dan meyakini sifat-sifat tersebut disertai dengan dalilnya ( bukti ) baik dalil aqli ( logika ) ataupun dalil naqli ( bersumber dari Qur'an dan Hadits ) maka keimanan kita disebut iman makrifat, sedangkan bila kita tidak mengerti dalilnya maka keimanan kita disebut iman taqlid ( keimanan yang mengikuti pendapat orang lain ).

B. Makrifat kepada Allah SWT dengan cara mukasyafah yaitu : dengan terbukanya penglihatan hati sehingga seolah-olah bisa melihat Allah SWT. Untuk seseorang yang makrifatnya secara mukasyafah maka tidak perlu mengetahui tentang makna dan dalil dari sifat-sifat Allah SWT namun itu tidak bisa terjadi pada sembarang orang, dan hanya terjadi pada orang-orang yang dipilih oleh Allah SWT.

 والله أعلم بالصواب والسلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته 

Penulis : Yusron Hasan bin H. Ahmad Mansur

Thursday, 27 October 2016

Nasib Kuba Masjid Desa Kembangan



Desa Kembangan yang aku cintai dan sayangi. Memang sejauh ini secara kasat mata terlihat indah , damai, dan aman, namun dibalik itu semua tersimpan banyak hal didalamnya, seperti yang satu ini sekarang menjadi trending topik di bulan oktober yaitu perihal kuba masjid Roudlotul Fallah yang mana hampir semua warga membicarakan hal tersebut. Pada akhirnya membentuk berbagai opini publik, seperti banyak orang bilang proyek yang pengerjaanya amburadul, kesalahan pemilihan vendor atau pemborong dan lain- lain.

Masih ingatkah kita proyek kuba dimulai pada bulan oktober 2015 yang pernah diperkirakan akan rampung tiga bulan sampai empat bulan berikutnya, estimasi penggarapan yang tertulis dalam kontrak dengan pemborong yang bernama saudara  yanto berasal dari kota Sidoharjo. Tidak disangka sekarang sudah oktober 2016 dan belum rampung juga.

Dalam hati paklik prasojo kaniraras bertanya - tanya dan menyimpulkan berarti proyek tersebut sudah satu tahun lamanya, melihat kejadian seperti itu pakde guno dan paklik prasojo kaniraras turut prihatin. Sebelumnya penulis memohon maaf apabila dalam tulisan ada pihak - pihak yang tersinggung , sekalilagi mohon maaf penulis tidak bermaksud mendiskriditkan pihak manapun yang dalam bahasa kiyai adalah suudzon. Pada tulisan, penulis hanya ingin mengajak pada semua pihak untuk intropeksi diri.

Dan penulis mengajak, marilah kita menengok kebelakang perjalanan awal pembangunan masjid yang berkuba raksasa itu. Program penggalangan dana diawali pada tahun 2000 kala itu kepala desa masih dijabatoleh bapak maskuri , serta pada saat itu segenap warga turut ambil bagian dalam pengumpulan dana.

Dari pihak kota atau disebut warga rantau bersediah menyisihkan dana minimal 1 porsi antara harga Rp 2.000 sampai dengan Rp. 2.500. Namun dalam perjalanan cara penggalangan dana mengalami kemacetan pada awal 2002. Dan masih untung ada orang - orang yang peduli . Kami yang berada didesa bisa tersenyum kembali ketika mendengar adanya inisiatif untuk menggugah kembali penggalangan dana yang di komandani oleh Bapak Tarlan dan Almarhum Bapak Karmo pada saat itu menjadi wakil dari rantau jogja, Beliau menggugah penggalangan dengan cara mendatangi kota - kota lain untuk diajak bermusyawarah, alhamdulillah lobi - lobi dengan pihak kota lain berhasil dan penggalangan dana kembali dilakukan.

Awal dibentuknya panitia pembangunan masjid di isi oleh generasi muda dan generasi tua, setelah panitia terbentuk tahun 2002 terjadi pro dan kontra dikalangan masyarakat mengenai komponen panitia, banyak protes sana - sini sehingga selang beberapa waktu semua anggota panitia mendapat surat kalengyang intinya panitia harus dirombak dan akhirnya bapak kepala desa maskuri senagai pelindung menyarankan untuk merompak personil panitia. Dan yang menjadi pertanyaan sampai sekarang adalah siapa pengiring surat kaleng tersebut belum terkuak.

Sebenarnya penulis tidak mengetahui tentang seluk beluk kepanitiaan karena itu semua wewenang takmir masjid, tapi dari sisi sosial budaya paklik prasojo kaniraras ingin memberi sedikit saran dan kritik demi kebaikan bersama karena ini menyangkut khalayak umum. Apabila mau mengingat kembali masa lampau sebenarnya banyak hal yang kurang berkenan di benak masyarakat contoh seperti dulu ketika awal akan dilaksanakan pembangunan masjid warga diminta kerja bakti memecah batu bongkahan besar menjadi batu cor, dan pada akhirnya batu cor yang hasil pecahan dan terletak pada sebelah barat masjid tidak digunakan alias tidak terpakai.

Setelah masjid hampir selesai muncul kembali persoalan baru tentang proyek kaca, yang mana awalnya proyek kaca ini di tangani oleh pemborong dari lokal yaitu warga desa kembangan sendiri yang sudah berpengalaman disurabaya. Pemborong yang berasal dari RT 6 itu pada mulanya ingin memilih bahan yang bagus demi untuk masjidnya sendiri. Dalam pengerjaannya terkesan lambat dimata panitia dan mengakibatkan salah paham, kemudian panitia menerima tawaran dari pemborong proyek kaca yang lain.

Selanjutnya proyek pagar stainless, proyek ini tidak banyak orang tahu tetapi namanya orang banyak tidak terhindar dari pro dan kontra namun proyek ini terbilang sukses warga pun akhirnya diam. Kemudian proyek pengecetan ulang seluruh dinding masjid termasuk kuba masjid, proyek yang menelan anggaran 67 juta itu hanya bertahan satu tahun , cat perlahan ngelotok disana sini. Di sinyalir cat yang kurang berkualitas . Pada akhirnya masyarakatpun protes namun tidak ada respon dari panitia.

Dan sampailah pada proyek yang penganggarannya sampai 200 juta ini menjadi proyek yang paling populer dan membuat pusing panitia, ditambah lagi warga seprti bersungut (bertanduk). Menurut pengamatan paklik prasojo kaniraras, memang kuba masjid desa kembangan ini kuba yang paling besar dikabupaten lamongan, di balik itu menyimpan persoalan yang besar pula.

Sekali lagi paklik prasojo sangat prihatin dengan masalah yang dihadapi panitia, namun disisi lain penulis masih punya rasa bangga terhadap para jamaah yang tidak terpengaruh, bahkan muadzin bapak rasemat mengumandangkan adzannya semakin meliyuk-liyuk mendayu-dayu untuk memanggil jamaah sholat fardlu.

Dilain sisi penulis terkadang merasa malu manakala mendengar celotehan orang yang melintas di jalan utama desa kembangan ketika melihat kuba " Iki kuba opo kurungan pitik jago ". Dan juga dari tetangga desa terutama dari desa karang dan siman " Opoan wong kembangan umek masalah kuba ora mari - mari ".

Diakhir kata penulis ingin membantu doa semoga panitia cepat menemukan solusi terbaik untuk keluar dari masalah yang selama ini menjadi PR warga kembangan. Masalah insyaAllah ada solusinya , utamakan bermusyawarah dari pada suudzon sana sini. Sekian kami akhiri tulisan ini dan apabila dalam tulisan banyak salah dan kurang berkenan di benak pihak manapun penulis mohon maaf sebesar - besarnya, dan sekali lagi penulis tidak punya tendensi apapun kecuali demi kebaikan bersama terutama untuk masjid.

Penulis : Paklik prasojo kaniraras

Friday, 21 October 2016

Safinatun Najah : Pasal Rukun Islam



Mari kembali ngaji jarak jauh , di mimbar dakwa cangkru'e Desa Kembangan bersama ustadz Yusron Hasan Bin H. Ah. Mansur, dan ngaji kali ini masih belajar kitab safinatun najah yang melanjutkan kajian sebelumnya dengan judul  " Pasal Rukun Islam ".

Monggo ngaos sareng ustadz Yusron..


السلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته




بسم اللّٰه الرحمن الرحيم

فصل أركان الاسلام خمسة شهادة ان لاإله الا اللّٰه وأن محمدا رسول اللّٰه واقام الصلاة وايتاء الزكاة وصوم رمضان وحج البيت من استطاع إليه سبيلا

Pasal Pertama : Rukun Islam itu ada lima yaitu :

1 .Menyaksikan bahwa Tiada Tuhan selain Allah dan sesunggunya Muhammad adalah utusan Allah
2. Mendirikan Sholat
3 . Membayarka Zakat
4. Puasa pada Bulan Romadlon 
5 . Haji ke baitullah bagi yang mampu.

Keteangan :
Rukun merupakan sendi atau dasar sebuah bangunan dan juga apapun, maka Rukun Islam merupakan sendi dasar bagi keislaman seseorang, dengan demikian bagi siapapun yang mengaku sebagai orang Islam maka harus melaksanakan lima dasar dalam Islam yaitu :

1. Menyakikan bahwa Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad SAW adalah Utusan Allah SWT ( Mengucapkan dua kalimat syahadat ).

Ini merupakan dasar yang paling pokok dalam Islam , dengan demikian sebelum melaksanakan dasar-dasar yang lain seseorang yang mengaku Islam harus terlebih dahulu mengucapkan dua kalimat syahadat.

2. Mendirikan Sholat.

Merupakan ibadah badaniyah yang paling utama, dan kita tidak hanya diharuskan melakanakan sholat tapi menegakkan sholat, dengan demikian maka tidaklah dikatakan sempurna keislaman seseorang bila dalam melaksanakan sholat hanya sekedar sholat tanpa memperhatikan syarat dan rukunnya.

3. Membayar Zakat

Ini adalah termasuk ibadah sosial karena berhubungan dengan hak-hak orang lain., perintah membayar zakat dalam Al-Qur'an biasanya selalu menyertai perintah untuk mendirikan Sholat, ini memberi pengertian kepada kita bahwa Ibadah sosial merupakan penyempurna ibadah yang lain yang langsung berhubungan kepada Allah SWT.

Dalam salah satu ayat Allah SWT berfirman :

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'.

4. Puasa Bulan Romadlon.

Merupakan ibadah yang bersifat sirri ( rahasia ) karena tidak ada yang tahu kecuali Allah SWT dan pelakunya sendiri, faedah dari puasa sendiri adalah agar kita bisa sedikit merasakan beratnya orang yang tidak bisa makan selama sehari, mungkin karena inilah makanya puasa itu menjadi rukun Islam yang ke-empat, sehingga bagi orang yang enggan berzakat akan giat untuk berzakat karena merasakan bagaimana derita fakir miskin yang terkadang tidak bisa makan.

5. Haji bagi yang mampu.

Hanya diwajibkan sekali seumur hidup dan itupun bagi mereka yang mampu dalam biaya, baik biaya transportasi ataupun biaya untuk hidup selama melaksanakan ibadah haji, jadi ketika orang tidak mampu untuk melaksanakan ibadah haji maka, haji belumwajib baginya.

Allah SWT berfirman dalam Surat Ali Imron ayat : 97

فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ ۖ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
 
Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

Dari ke-lima Rukun Islam tersebut semuanya saling berhubungan, tidak bisa dipisahkan dan juga tidak boleh dibalik, namun harus dilakukan dari nomor satu terlebih dahulu.

والله أعلم بالصواب


والسلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته


Penulis : Yusron Hasan bin H. Ahmad Mansur

Lainnya : Muqoddimah Kitab Safinatun Najah Bag-2

Friday, 14 October 2016

Muqoddimah Kitab Safinatun Najah Bag-2

Indahnya menuntut ilmu, masih di ngaji jarak jauh bersama ustadz Yusron Hasan Bin H. Ah. Mansur di mimbar dakwa Cangkru'e Desa Kembangan. Setelah kemarin ustadz membawakan kemasan "Muqoddimah Kitab Safinatun Najah Bag-1", kali ini ustadz akan membawakan kemasan kelanjutannya yaitu "Muqoddimah Kitab Safinatun Najah Bag-2".

Monggo ngaos jarak jauh sareng ustadz Yusron...

السلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته 

Setelah membaca Basmalah dan Hamdalah kemudian dilanjutkan dengan membaca sholawat dan salam untuk Nabi Muhammad SAW, ini sesuai perintah Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat Al-Ahzab ayat 56 yang berbunyi :

 

 إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا 

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

Dalam ayat tersebut di terangkan bahwa Allah SWT dan para Malaikat membaca sholawat atas diri Nabi dan orang-orang berimanpun diperintahkan untuk membaca Sholawat dan salam untuk Nabi. Kita harus tahu bahwa sholawat dari Allah SWT, dari Malaikat dan dari Manusia itu mempunyai makna yang berbeda yaitu :

 

1. Sholawat dari Allah SWT itu mempunyai arti pemberian rahmat atau kasih sayang, jadi maksud dari Allah SWT bersholawat atas diri Nabi itu mempunyai pengertian bahwa Allah SWT itu senantiasa meberikan rahmat/kasih sayang kepada diri Nabi SAW.

2. Sholawat dari Malaikat itu mepunyai arti Istighfar/pemohonan ampunan, dengan demikian bila Malaikat membaca sholawat atas diri Nabi itu berarti Malaikat memohonkan ampunan atas diri Nabi SAW sekalipun Nabi SAW itu tidak mempunyai dosa.

3. Sholawat dari manusia adalah do'a, jadi bila kita membaca sholawat kepada Nabi SAW maka berarti kita mendo'akan Nabi SAW agar senantiasa mendapatkan rahmat dan kasih sayang dari Allah SWT. sekalipun sebenarnya Nabi SAW itu tidak butuh terhadap do'a kita, dan bila kita membaca sholawat untuk Nabi maka pada hakekatnya kita sama dengan berdo'a untuk diri kita sendiri karena rahmat dan keselamatan itu akan kembali kepada diri kita.

 

Selain membaca sholawat atas diri Nabi SAW pengarang kitab safinatun najah juga membaca sholawat untuk keluarga dan sahabat Nabi SAW. Keluarga Nabi itu mempunyai dua pengertian :

 

1. Keturunan Nabi SAW, yaitu : putra-putri dan para cucu Beliau yang merupakan keturunan dari Bani Hasyim dan Bani Abdul Mutholib yang hingga sekarang masih ada yang bergelar habaib, sadat dan syarif atau syarifah.

2. Dalam urusan berdo'a maka yang dimaksud dengan keluarga Nabi SAW adalah semua orang beriman baik laki-laki ataupun perempuan yang ada di seluruh penjuru dunia, dengan demikian bila kita berdo'a untuk keluarga Nabi SAW maka secara hakekatnya kita mendo'akan semua orang beriman.

Sedangkan yang disebut dengan Sahabat Nabi adalah orang yang hidup di zaman Nabi SAW dan beriman kepada Beliau, jadi ada dua syarat seseorang itu disebut sebagai Sahabat Nabi SAW yaitu :

1. Pernah melihat Nabi SAW saat Nabi SAW masih hidup, sekalipun ketika melihat Nabi SAW Beliau dalam keadaan tidur, membelakangi orang tersebut atau orang tersebut tidak tahu kalau itu Nabi SAW karena sedang bersama dengan orang banyak, karena tidur Nabi SAW itu sama dengan terjaga, di belakang Nabi SAW itu sama dengan di depan Beliau dengan demikian bila ada orang bermimpi bertemu Nabi SAW maka orang tersebut tidak bisa disebut sebagai Sahabat Nabi SAW.

2. Beriman kepada Nabi SAW, maksudnya : menerima dan percaya kepada semua yang dibawa oleh Nabi SAW dan tidak menentangnya karena meyakini bahwa apapun yang disampaikan oleh Nabi SAW adalah benar dan harus diikuti. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Hasyr ayat 7:

 وما آتاكم الرسول فخذوه ومانهىكم عنه فانتهوا 

Artinya : Apapun yang dibawa oleh Rosul untukmu maka ambillah dan apapun yang dilarang oleh Rosul untukmu maka jauhilah.

Dengan demikian maka bila ada orang yang hidup bersama Rosulullah SAW tetapi tidak beriman kepada Beliau seperti : Abu Jahal, Abu Lahab dsb. maka orang tersebut tidak bisa disebut sebagai Sahabat Nabi SAW. begitu pula bila ada orang beriman kepada Nabi SAW tapi tidak hidup bersama Nabi SAW seperti kebanyakan orang mukmin sekarang ini maka tidak bisa disebut sebagai Sahabat Nabi SAW.

Di akhir muqoddimah kitab, Mushonif ( Syaikh Salim bin Sumair Al-Hadlromi ) menutup dengan bacaan hauqolah ( لاحول ولاقوة الا بالله العلي العظيم ) sebagai ungkapan atas kelemahan diri dan memohon pertolongan kepada Allah SWT.

Semoga kitab ini bisa sempurna, Amiin.

 والله أعلم بالصواب 

 والسلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته 

Penulis : Yusron Hasan bin H. Ahmad Mansur

Lainnya : Muqoddimah Kitab Safinatun Najah Bag-1

Friday, 7 October 2016

Muqoddimah Kitab Safinatun Najah Bag-1




Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Sebelumnya mohon maaf sangat, akhir - akhir ini mimbar dakwa Cangkru'e Desakembangan sering terlambat, karena beberapa saat pernah terkendala jaringan internet, disamping itu admin sedikit lebih sibuk , tapi insyaAllah untuk kedepannya akan kembali seperti dulu lagi tepat waktu setelah sholat jum'at.

Dan ada kabar gembira bagi pemburu ilmu - ilmu islam, pada ngaji jarak jauh kita kedepannya ustadz Yusron Hasan Bin. H. Ah. Mansur akan membawakan kemasan yang lebih terprogram. Mulai Jum'at ini kemasan Insayaallah ngajinya merujuk kitab سفينة النجاة dan bersambung setiap jum'atnya. Semoga sampai katam ngajinya dengan kitab tersebut dan berpindah pada kitab yang lain. Amiin

Monggo ngaos jarak jauh sareng ustadz Yusron Hasan  "Muqoddimah Kitab Safinatun Najah Bag-1".

السلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته

بسم اللّٰه الرحمن الرحيم الحمد لله رب العالمين وبه نستعين على أمور الدنيا والدين وصلى اللّٰه على سيدنا محمد خاتم النبين وآله وصحبه أجمعين ولاحول ولاقوة الا بالله العلي العظيم 

Artinya : Dengan menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, segala puji hanya milik Allah Tuhan semua alam, kepada Allah kami memohon pertolongan atas urusan dunia dan urusan Agama, semoga Allah SWT senantiasa mercurahkan kasih sayang dan keselamatan kepada Baginda Muhammad SAW yang menjadi penutup para Nabi, begitu pula semoga kasih sayang dan keselamatan juga tercurahkan kepada seluruh keluarga dan sahabat Beliau, tiada daya untuk menghindari kemaksiatan dan tiada kekuatan untuk melakukan ibadah kecuali karena Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung.

Keterangan :

Dalam memulai menulis kitab, pengarang kitab safinatun najah ( perahu keselamatan ) , memulainya dengan membaca Basmalah sebagai realisasi perintah dalam hadits yang meneragkan bahwa sebuah kebaikan itu tidak akan sempurna bila tidak dimulai dengan membaca Basmalah. Setelah membaca basmalah dilanjutkan dengan membaca hamdalah (menyatakan bahwa segala puji hanyalah milik Allah SWT. Tuhan semua alam ).

Dalam banyak kitab memang diterangkan bahwa Puji atau yang dalam bahasa arab disebut dengan حمد itu bila dilihat dari orang yang memuji dan yang dipuji maka ada empat macam yaitu :

1. Pujian Allah SWT kepada makhlu-Nya, misalkan firman Allah SWT:

 لاإله الا أنا فاعبدني

Artinya : Tiada tuhan selain Aku ( Allah ) maka sembahlah Aku.

2. Pujian Allah SWT kepada makhluk-Nya, misal firman Allah SWT:

 وانك لعلى خلق عظيم 

Artinya : sesungguhnya Engkau ( Muhammad ) pasti di atas budi pekerti yang tinggi.

3. Makhluk -( manusia ) memuji Allah SWT seperti firman Allah yang menceritakan ucapan Nabi Isa yang berbunyi :

تعلم ما في نفسي ولا اعلم ما في نفسك

 
Artinya : Engkau ( Allah SWT ) mengetahui apa yang ada dalam diriku tapi aku tak tahu apa yang ada pada Engkau.

4. Makhluk ( manusia ) memuji sesamanya, seperti ucapan Rosulullah SAW yang memuji Abu Bakar dengan mengatakan bahwa : matahari tidak akan terbit kepada orang yang lebih baik dari pada Abu Bakar ( maksudnya tidak akan ada umat yang lebih baik dari pada Abu Bakar ).

Dari keempat pujian tersebut secara hakikatnya yang dipuji adalah Allah SWT, untuk nomor satu dan tiga sudah sangat jelas bahwa yang dipuji adalah Allah SWT, sedangkan untuk nomor dua dan empat seolah-olah yang dipuji adalah manusia tetapi sebenarnya yang dipuji adalah Allah SWT, karena manusia itu diciptakan oleh Allah SWT.

 والله اعلم بالصواب والسلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته 

Penulis : Yusron Hasan bin H.Ahmad Mansur
Lainnya : Link Mimbar dakwa desa kembangan

Friday, 30 September 2016

BAHAYA PERDEBATAN




Alhamdulillah kita masih diberi nikmat sehat, sehingga kita masih bisa ngikuti ngaji jarak jauh pada mimbar dakwa Cangkru'e Desa Kembangan . Langsung saja ,. ! Kali ini ustadz akan membawakan kemasan yang berjudul " BAHAYA PERDEBATAN".

Monggo ngaos jarak jauh sareng ustadz Yusron...

 السلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته 



Sudah menjadi sunnatullah bahwa segala sesuatu di dunia dijadikan berpasang-pasangan, ada orang Alim maka ada juga orang yang bodoh, begitu seterusnya. Ketika orang diuji oleh Allah SWT dengan diberi ilmu maka biasanya akan terjadi kecenderungan untuk selalalu menunjukkan ilmunya kepada orang lain karena ingin dianggap pandai, ingin dimuliakan , ingin diagungkan dan lain-lain. Yang sering terjadi adalah orang berilmi itu akan memamerkan keilmuannya dengan memvonis orang lain bersalah dalam melakukan ibadah tertentu dengan alasan tidak sesuai dengan kitab yang sudah dia baca dan pelajari. Ketika hal itu terjadi akhirnya muncullah perdebatan-perdebatan yang ingin saling menjatuhkan antara satu dengan yang lain bahkan terkadang menimbulkan permusuhan yang tiada akhir.

Ada beberapa bahaya yang muncul ketika kita suka berdebat dengan sesama muslim :

1. Menyakiti orang yang diajak bicara

Biasanya ketika berdebat kita sering menggunakan kata-kata yang menyakitkan hingga bisa membuat orang lain sakit hatinya.

2. Menganggap bodoh orang lain

Karena biasanya orang yang suka berdebat itu merasa lebih pandai dari pada orang lain.

3. Mencela orang lain

Karena ada kecenderunga ingin mengalahkan orang lain

4. Merasa diri leibih baik

Ini terjadi karena ada perasaa bahwa orang lain itu tidak bisa dan selalu salah

5. Menyempitkan hidup

Ketika kita suka berdebat maka orang akan membenci kita yang akhirnya membuat kita susah untuk mencari nafkah.

Begitu bahayanya perdebatan yang sekedar ingin mendapatkan pengakuan, penghormatan dan pengakuan, karena itu harus kita hindari. Rasulullah صلى اللّٰه عليه وسلم bersabda :

 من ترك المرأء وهو مبطل بنى اللّٰه بيتا في ربض الجنة ومن ترك المراء وهو محق بنى اللّٰه له بيتا في أعلى الجنة 


Artinya : Barang siapa meninggalkan perdebatan sedangkan dia bersalah maka Allah SWT membangunkan untuknya rumah di tengah sorga, dan barang siapa meninggalkan perdebatan padahal dia benar maka Allah SWT membangun untuknya rumah di sorga yang paling tinggi.

Tapi tipu daya syetan memang luar biasa sehingga kita terkadang terbujuk untuk melakukan perdebatan dengan alasan membela kebenaran, padahal tujuan kita sesungguhnya hanyalah ingin dikenal sebagai orang yang tegas dan alim. 

Namun terkadang kita juga boleh berdebat dengan orang lain tapi dengan tujuan untuk mencari kebenaran yang disebut dengan musyawarah, Kitapun juga boleh mengingatkan ketika ada orang yang kita anggap salah dalam melaksanakan ibadah namun dengan tujuan memberi nasehat dan itupun harus dengan cara yang santun dan lemah lembut dan bukan dengan cara yang kasar.

Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surat Ali Imron ayat : 159 yang berbunyi :

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Artinya : Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

Dan juga dalam surat An-Nahl ayat : 125

ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ وَجَٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ


Artinya : Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Dengan demikian maka bila kita mengingatkan orang lain baik maka kita harus bijaksana dengan memperhatikan karakter dan tingkat intelektual orangnya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginka.

Demikian semoga bermanfaat, Amiin

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

Penulis : usron Hasan bin H. Ahmad Mansur 
Sumber : بدايةالهداية ا karya : Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghozali
Lainnya  : Link Mimbar dakwa desa kembangan