Friday, 21 October 2016

Safinatun Najah : Pasal Rukun Islam



Mari kembali ngaji jarak jauh , di mimbar dakwa cangkru'e Desa Kembangan bersama ustadz Yusron Hasan Bin H. Ah. Mansur, dan ngaji kali ini masih belajar kitab safinatun najah yang melanjutkan kajian sebelumnya dengan judul  " Pasal Rukun Islam ".

Monggo ngaos sareng ustadz Yusron..


السلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته




بسم اللّٰه الرحمن الرحيم

فصل أركان الاسلام خمسة شهادة ان لاإله الا اللّٰه وأن محمدا رسول اللّٰه واقام الصلاة وايتاء الزكاة وصوم رمضان وحج البيت من استطاع إليه سبيلا

Pasal Pertama : Rukun Islam itu ada lima yaitu :

1 .Menyaksikan bahwa Tiada Tuhan selain Allah dan sesunggunya Muhammad adalah utusan Allah
2. Mendirikan Sholat
3 . Membayarka Zakat
4. Puasa pada Bulan Romadlon 
5 . Haji ke baitullah bagi yang mampu.

Keteangan :
Rukun merupakan sendi atau dasar sebuah bangunan dan juga apapun, maka Rukun Islam merupakan sendi dasar bagi keislaman seseorang, dengan demikian bagi siapapun yang mengaku sebagai orang Islam maka harus melaksanakan lima dasar dalam Islam yaitu :

1. Menyakikan bahwa Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad SAW adalah Utusan Allah SWT ( Mengucapkan dua kalimat syahadat ).

Ini merupakan dasar yang paling pokok dalam Islam , dengan demikian sebelum melaksanakan dasar-dasar yang lain seseorang yang mengaku Islam harus terlebih dahulu mengucapkan dua kalimat syahadat.

2. Mendirikan Sholat.

Merupakan ibadah badaniyah yang paling utama, dan kita tidak hanya diharuskan melakanakan sholat tapi menegakkan sholat, dengan demikian maka tidaklah dikatakan sempurna keislaman seseorang bila dalam melaksanakan sholat hanya sekedar sholat tanpa memperhatikan syarat dan rukunnya.

3. Membayar Zakat

Ini adalah termasuk ibadah sosial karena berhubungan dengan hak-hak orang lain., perintah membayar zakat dalam Al-Qur'an biasanya selalu menyertai perintah untuk mendirikan Sholat, ini memberi pengertian kepada kita bahwa Ibadah sosial merupakan penyempurna ibadah yang lain yang langsung berhubungan kepada Allah SWT.

Dalam salah satu ayat Allah SWT berfirman :

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'.

4. Puasa Bulan Romadlon.

Merupakan ibadah yang bersifat sirri ( rahasia ) karena tidak ada yang tahu kecuali Allah SWT dan pelakunya sendiri, faedah dari puasa sendiri adalah agar kita bisa sedikit merasakan beratnya orang yang tidak bisa makan selama sehari, mungkin karena inilah makanya puasa itu menjadi rukun Islam yang ke-empat, sehingga bagi orang yang enggan berzakat akan giat untuk berzakat karena merasakan bagaimana derita fakir miskin yang terkadang tidak bisa makan.

5. Haji bagi yang mampu.

Hanya diwajibkan sekali seumur hidup dan itupun bagi mereka yang mampu dalam biaya, baik biaya transportasi ataupun biaya untuk hidup selama melaksanakan ibadah haji, jadi ketika orang tidak mampu untuk melaksanakan ibadah haji maka, haji belumwajib baginya.

Allah SWT berfirman dalam Surat Ali Imron ayat : 97

فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ ۖ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
 
Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

Dari ke-lima Rukun Islam tersebut semuanya saling berhubungan, tidak bisa dipisahkan dan juga tidak boleh dibalik, namun harus dilakukan dari nomor satu terlebih dahulu.

والله أعلم بالصواب


والسلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته


Penulis : Yusron Hasan bin H. Ahmad Mansur

Lainnya : Muqoddimah Kitab Safinatun Najah Bag-2

Friday, 14 October 2016

Muqoddimah Kitab Safinatun Najah Bag-2

Indahnya menuntut ilmu, masih di ngaji jarak jauh bersama ustadz Yusron Hasan Bin H. Ah. Mansur di mimbar dakwa Cangkru'e Desa Kembangan. Setelah kemarin ustadz membawakan kemasan "Muqoddimah Kitab Safinatun Najah Bag-1", kali ini ustadz akan membawakan kemasan kelanjutannya yaitu "Muqoddimah Kitab Safinatun Najah Bag-2".

Monggo ngaos jarak jauh sareng ustadz Yusron...

السلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته 

Setelah membaca Basmalah dan Hamdalah kemudian dilanjutkan dengan membaca sholawat dan salam untuk Nabi Muhammad SAW, ini sesuai perintah Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat Al-Ahzab ayat 56 yang berbunyi :

 

 إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا 

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

Dalam ayat tersebut di terangkan bahwa Allah SWT dan para Malaikat membaca sholawat atas diri Nabi dan orang-orang berimanpun diperintahkan untuk membaca Sholawat dan salam untuk Nabi. Kita harus tahu bahwa sholawat dari Allah SWT, dari Malaikat dan dari Manusia itu mempunyai makna yang berbeda yaitu :

 

1. Sholawat dari Allah SWT itu mempunyai arti pemberian rahmat atau kasih sayang, jadi maksud dari Allah SWT bersholawat atas diri Nabi itu mempunyai pengertian bahwa Allah SWT itu senantiasa meberikan rahmat/kasih sayang kepada diri Nabi SAW.

2. Sholawat dari Malaikat itu mepunyai arti Istighfar/pemohonan ampunan, dengan demikian bila Malaikat membaca sholawat atas diri Nabi itu berarti Malaikat memohonkan ampunan atas diri Nabi SAW sekalipun Nabi SAW itu tidak mempunyai dosa.

3. Sholawat dari manusia adalah do'a, jadi bila kita membaca sholawat kepada Nabi SAW maka berarti kita mendo'akan Nabi SAW agar senantiasa mendapatkan rahmat dan kasih sayang dari Allah SWT. sekalipun sebenarnya Nabi SAW itu tidak butuh terhadap do'a kita, dan bila kita membaca sholawat untuk Nabi maka pada hakekatnya kita sama dengan berdo'a untuk diri kita sendiri karena rahmat dan keselamatan itu akan kembali kepada diri kita.

 

Selain membaca sholawat atas diri Nabi SAW pengarang kitab safinatun najah juga membaca sholawat untuk keluarga dan sahabat Nabi SAW. Keluarga Nabi itu mempunyai dua pengertian :

 

1. Keturunan Nabi SAW, yaitu : putra-putri dan para cucu Beliau yang merupakan keturunan dari Bani Hasyim dan Bani Abdul Mutholib yang hingga sekarang masih ada yang bergelar habaib, sadat dan syarif atau syarifah.

2. Dalam urusan berdo'a maka yang dimaksud dengan keluarga Nabi SAW adalah semua orang beriman baik laki-laki ataupun perempuan yang ada di seluruh penjuru dunia, dengan demikian bila kita berdo'a untuk keluarga Nabi SAW maka secara hakekatnya kita mendo'akan semua orang beriman.

Sedangkan yang disebut dengan Sahabat Nabi adalah orang yang hidup di zaman Nabi SAW dan beriman kepada Beliau, jadi ada dua syarat seseorang itu disebut sebagai Sahabat Nabi SAW yaitu :

1. Pernah melihat Nabi SAW saat Nabi SAW masih hidup, sekalipun ketika melihat Nabi SAW Beliau dalam keadaan tidur, membelakangi orang tersebut atau orang tersebut tidak tahu kalau itu Nabi SAW karena sedang bersama dengan orang banyak, karena tidur Nabi SAW itu sama dengan terjaga, di belakang Nabi SAW itu sama dengan di depan Beliau dengan demikian bila ada orang bermimpi bertemu Nabi SAW maka orang tersebut tidak bisa disebut sebagai Sahabat Nabi SAW.

2. Beriman kepada Nabi SAW, maksudnya : menerima dan percaya kepada semua yang dibawa oleh Nabi SAW dan tidak menentangnya karena meyakini bahwa apapun yang disampaikan oleh Nabi SAW adalah benar dan harus diikuti. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Hasyr ayat 7:

 وما آتاكم الرسول فخذوه ومانهىكم عنه فانتهوا 

Artinya : Apapun yang dibawa oleh Rosul untukmu maka ambillah dan apapun yang dilarang oleh Rosul untukmu maka jauhilah.

Dengan demikian maka bila ada orang yang hidup bersama Rosulullah SAW tetapi tidak beriman kepada Beliau seperti : Abu Jahal, Abu Lahab dsb. maka orang tersebut tidak bisa disebut sebagai Sahabat Nabi SAW. begitu pula bila ada orang beriman kepada Nabi SAW tapi tidak hidup bersama Nabi SAW seperti kebanyakan orang mukmin sekarang ini maka tidak bisa disebut sebagai Sahabat Nabi SAW.

Di akhir muqoddimah kitab, Mushonif ( Syaikh Salim bin Sumair Al-Hadlromi ) menutup dengan bacaan hauqolah ( لاحول ولاقوة الا بالله العلي العظيم ) sebagai ungkapan atas kelemahan diri dan memohon pertolongan kepada Allah SWT.

Semoga kitab ini bisa sempurna, Amiin.

 والله أعلم بالصواب 

 والسلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته 

Penulis : Yusron Hasan bin H. Ahmad Mansur

Lainnya : Muqoddimah Kitab Safinatun Najah Bag-1

Friday, 7 October 2016

Muqoddimah Kitab Safinatun Najah Bag-1




Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Sebelumnya mohon maaf sangat, akhir - akhir ini mimbar dakwa Cangkru'e Desakembangan sering terlambat, karena beberapa saat pernah terkendala jaringan internet, disamping itu admin sedikit lebih sibuk , tapi insyaAllah untuk kedepannya akan kembali seperti dulu lagi tepat waktu setelah sholat jum'at.

Dan ada kabar gembira bagi pemburu ilmu - ilmu islam, pada ngaji jarak jauh kita kedepannya ustadz Yusron Hasan Bin. H. Ah. Mansur akan membawakan kemasan yang lebih terprogram. Mulai Jum'at ini kemasan Insayaallah ngajinya merujuk kitab سفينة النجاة dan bersambung setiap jum'atnya. Semoga sampai katam ngajinya dengan kitab tersebut dan berpindah pada kitab yang lain. Amiin

Monggo ngaos jarak jauh sareng ustadz Yusron Hasan  "Muqoddimah Kitab Safinatun Najah Bag-1".

السلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته

بسم اللّٰه الرحمن الرحيم الحمد لله رب العالمين وبه نستعين على أمور الدنيا والدين وصلى اللّٰه على سيدنا محمد خاتم النبين وآله وصحبه أجمعين ولاحول ولاقوة الا بالله العلي العظيم 

Artinya : Dengan menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, segala puji hanya milik Allah Tuhan semua alam, kepada Allah kami memohon pertolongan atas urusan dunia dan urusan Agama, semoga Allah SWT senantiasa mercurahkan kasih sayang dan keselamatan kepada Baginda Muhammad SAW yang menjadi penutup para Nabi, begitu pula semoga kasih sayang dan keselamatan juga tercurahkan kepada seluruh keluarga dan sahabat Beliau, tiada daya untuk menghindari kemaksiatan dan tiada kekuatan untuk melakukan ibadah kecuali karena Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung.

Keterangan :

Dalam memulai menulis kitab, pengarang kitab safinatun najah ( perahu keselamatan ) , memulainya dengan membaca Basmalah sebagai realisasi perintah dalam hadits yang meneragkan bahwa sebuah kebaikan itu tidak akan sempurna bila tidak dimulai dengan membaca Basmalah. Setelah membaca basmalah dilanjutkan dengan membaca hamdalah (menyatakan bahwa segala puji hanyalah milik Allah SWT. Tuhan semua alam ).

Dalam banyak kitab memang diterangkan bahwa Puji atau yang dalam bahasa arab disebut dengan حمد itu bila dilihat dari orang yang memuji dan yang dipuji maka ada empat macam yaitu :

1. Pujian Allah SWT kepada makhlu-Nya, misalkan firman Allah SWT:

 لاإله الا أنا فاعبدني

Artinya : Tiada tuhan selain Aku ( Allah ) maka sembahlah Aku.

2. Pujian Allah SWT kepada makhluk-Nya, misal firman Allah SWT:

 وانك لعلى خلق عظيم 

Artinya : sesungguhnya Engkau ( Muhammad ) pasti di atas budi pekerti yang tinggi.

3. Makhluk -( manusia ) memuji Allah SWT seperti firman Allah yang menceritakan ucapan Nabi Isa yang berbunyi :

تعلم ما في نفسي ولا اعلم ما في نفسك

 
Artinya : Engkau ( Allah SWT ) mengetahui apa yang ada dalam diriku tapi aku tak tahu apa yang ada pada Engkau.

4. Makhluk ( manusia ) memuji sesamanya, seperti ucapan Rosulullah SAW yang memuji Abu Bakar dengan mengatakan bahwa : matahari tidak akan terbit kepada orang yang lebih baik dari pada Abu Bakar ( maksudnya tidak akan ada umat yang lebih baik dari pada Abu Bakar ).

Dari keempat pujian tersebut secara hakikatnya yang dipuji adalah Allah SWT, untuk nomor satu dan tiga sudah sangat jelas bahwa yang dipuji adalah Allah SWT, sedangkan untuk nomor dua dan empat seolah-olah yang dipuji adalah manusia tetapi sebenarnya yang dipuji adalah Allah SWT, karena manusia itu diciptakan oleh Allah SWT.

 والله اعلم بالصواب والسلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته 

Penulis : Yusron Hasan bin H.Ahmad Mansur
Lainnya : Link Mimbar dakwa desa kembangan

Friday, 30 September 2016

BAHAYA PERDEBATAN




Alhamdulillah kita masih diberi nikmat sehat, sehingga kita masih bisa ngikuti ngaji jarak jauh pada mimbar dakwa Cangkru'e Desa Kembangan . Langsung saja ,. ! Kali ini ustadz akan membawakan kemasan yang berjudul " BAHAYA PERDEBATAN".

Monggo ngaos jarak jauh sareng ustadz Yusron...

 السلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته 



Sudah menjadi sunnatullah bahwa segala sesuatu di dunia dijadikan berpasang-pasangan, ada orang Alim maka ada juga orang yang bodoh, begitu seterusnya. Ketika orang diuji oleh Allah SWT dengan diberi ilmu maka biasanya akan terjadi kecenderungan untuk selalalu menunjukkan ilmunya kepada orang lain karena ingin dianggap pandai, ingin dimuliakan , ingin diagungkan dan lain-lain. Yang sering terjadi adalah orang berilmi itu akan memamerkan keilmuannya dengan memvonis orang lain bersalah dalam melakukan ibadah tertentu dengan alasan tidak sesuai dengan kitab yang sudah dia baca dan pelajari. Ketika hal itu terjadi akhirnya muncullah perdebatan-perdebatan yang ingin saling menjatuhkan antara satu dengan yang lain bahkan terkadang menimbulkan permusuhan yang tiada akhir.

Ada beberapa bahaya yang muncul ketika kita suka berdebat dengan sesama muslim :

1. Menyakiti orang yang diajak bicara

Biasanya ketika berdebat kita sering menggunakan kata-kata yang menyakitkan hingga bisa membuat orang lain sakit hatinya.

2. Menganggap bodoh orang lain

Karena biasanya orang yang suka berdebat itu merasa lebih pandai dari pada orang lain.

3. Mencela orang lain

Karena ada kecenderunga ingin mengalahkan orang lain

4. Merasa diri leibih baik

Ini terjadi karena ada perasaa bahwa orang lain itu tidak bisa dan selalu salah

5. Menyempitkan hidup

Ketika kita suka berdebat maka orang akan membenci kita yang akhirnya membuat kita susah untuk mencari nafkah.

Begitu bahayanya perdebatan yang sekedar ingin mendapatkan pengakuan, penghormatan dan pengakuan, karena itu harus kita hindari. Rasulullah صلى اللّٰه عليه وسلم bersabda :

 من ترك المرأء وهو مبطل بنى اللّٰه بيتا في ربض الجنة ومن ترك المراء وهو محق بنى اللّٰه له بيتا في أعلى الجنة 


Artinya : Barang siapa meninggalkan perdebatan sedangkan dia bersalah maka Allah SWT membangunkan untuknya rumah di tengah sorga, dan barang siapa meninggalkan perdebatan padahal dia benar maka Allah SWT membangun untuknya rumah di sorga yang paling tinggi.

Tapi tipu daya syetan memang luar biasa sehingga kita terkadang terbujuk untuk melakukan perdebatan dengan alasan membela kebenaran, padahal tujuan kita sesungguhnya hanyalah ingin dikenal sebagai orang yang tegas dan alim. 

Namun terkadang kita juga boleh berdebat dengan orang lain tapi dengan tujuan untuk mencari kebenaran yang disebut dengan musyawarah, Kitapun juga boleh mengingatkan ketika ada orang yang kita anggap salah dalam melaksanakan ibadah namun dengan tujuan memberi nasehat dan itupun harus dengan cara yang santun dan lemah lembut dan bukan dengan cara yang kasar.

Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surat Ali Imron ayat : 159 yang berbunyi :

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Artinya : Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

Dan juga dalam surat An-Nahl ayat : 125

ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ وَجَٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ


Artinya : Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Dengan demikian maka bila kita mengingatkan orang lain baik maka kita harus bijaksana dengan memperhatikan karakter dan tingkat intelektual orangnya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginka.

Demikian semoga bermanfaat, Amiin

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

Penulis : usron Hasan bin H. Ahmad Mansur 
Sumber : بدايةالهداية ا karya : Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghozali
Lainnya  : Link Mimbar dakwa desa kembangan

Friday, 23 September 2016

LARANGAN MELAKNAT ( Memvonis Jelek ) TERHADAP MAKHLUK

 
Langsung saja karena sudah telat., tanpa basa basi monggo ngaos sareng ustadz Yusron Hasan Bin H. Ahmad Mansur di mimbar dakwa cangkru'e desa kembangan, kali uni ustadz akan membawakan kemasan yang berjudul (LARANGAN MELAKNAT ( Memvonis Jelek ) TERHADAP MAKHLUK.

Monggo ngaos jarak jauh bersama ustadz Yusron.
 
 السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

Sudah menjadi Sunnah Allah SWT bila di dunia ini ada yang baik dan ada yang jelek, karena dunia tidak akan seimbang bila hanya ada kebaikan saja dan begitu pula dunia akan hancur bila ada kejelekan saja. Memvonis makhluk dengan sebutan baik atau buruk itu merupakan hak prerogative Allah SWT. Dan kita sebagai manusia janganlah ikut masuk dalam wilayah yang menjadi wewenang Allah SWT karena kita tidak tahu suatu rahasia yang direncanakan oleh Allah SWT di balik adanya makhluk yang jelek dan makhluk yang baik.

Salah satu contoh melaknat makhluk adalah ucapan sesorang yang mengatakan bahwa si Fulan ( dengan menyebut nama orang tertentu ) adalah orang yang dilaknat oleh Allah SWT karena dia Kafir, Yahudi, Nasrani atau sejenisnya. Hal ini dilarang karena telah mendoakan kejelekan terhadap Makhluk Allah SWT.

Padahal kita tidak tahu apakah orang tersebut akan kafir selamanya atakukah hanya sementara dan bisa juga orang kafir tersebut akan masuk Islam sebelum dia meninggal dunia. Memang ada juga kata-kata laknat yang boleh diucapkan tapi kata-kata tersebut harus berupa kata-kata umum untuk mensifati sebuah golongan tertentu. Missal perkataan Allah SWT melaknati orang-orang kafir, orang-orang dholim,orang yahudi, orang nasrani dan sejenisnya, namun bila menyebut pribadi tertentu maka itu dilarang.

Iblis adalah merupakan makhluk yang sudah dipastikan akan menjadi penghuni neraka selamanya, namun demikian seandainya kita tidak pernah memvonis Iblis sebagai makhluk yang dilaknat oleh Allah SWT. Maka hal itu tidak akan dipertanyakan besuk di Akherat dan yang dipertanyakan di Akherat adalah justru alasan kita yang menyebabkan kita melaknatnya.

Bila dalam kehidupan sehari-hari kita menjumpai manusia yang berbuat kemaksiatan maka janganlah sekali-kali kita mengatakan bahwa dia adalah orang jelek, sekalipun dia adalah orang kafir apalagi bila orang tersebut merupakan orang Islam yang juga mengakui Allah SWT sebagai Tuhannya. Rosulullah SAW bersabda :

 ما شهد رجل على رجل بالكفر الاباء احدهما ان كان كافرا فهو كما قال وان لم يكن كافرا فقد كفر بتكفيره اياه

Artinya : Seoranglaki-laki tidak akan member kesaksian ( menuduh ) terhadap laki-laki lain dengan kekufuran kecuali kekufuran itu akan nyata terhadap salah satunya, bila laki-laki yang disebut kafir itu benar-benar orang kafir maka kesaksian laki-laki tersebut benar adanya, sedangkan bila laki-laki yang disebut sebagai orang kafir itu ternyata bukan orang kafir maka laki-laki yang telah menyebut dengan kekafiran itu akan menjadi kafir karena telah menyebut orang lain sebagai orang kafir ( padahal sebenarnya tidak kafir ).

Selain Dilarang untuk melaknati manusia kita juga dilarang melaknati binatang, makanan dan juga benda-benda yang lain, karena apapun bentuk dan rupa mereka maka secara hakekatnya semuanya adalah ciptaan Allah SWT. Bila kita disuguhi makanan oleh seseorang maka hendaknya kita makan bila kita memang berselera terhadap makanan tersebut dan bila kita tidak suka atau tidak berselera terhadap makanan tersebut maka hendaknya kita diam saja dan jangan sampai mengatakan bahwa makanan tersebut tidak enak karena hal tersebut termasuk salah satu contoh melaknat makhluk Allah SWT.

Bila Rosulullah SAW disuguhi makanan dan Beliau ingin memakannya maka makanan tersebut akan beliau makan sedangkan bila beliau tidak ingin memakannya maka Beliau akan meninggalkan makanan tersebut tanpa melaknatnya sekalipun makanan tersebut merupakan makanan yang hina.

Semoga kita selalu diberi perlindungan oleh Allah SWT dari segala bentuk kemaksiatan, kekafiran dan juga kejelekan-kejelekan yang lain.Amiin 

Demikian semoga bermanfaat untuk kita semua khusunya untuk pribadi Penulis, Amiin

 السلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Penulis : Yusron Hasan Bin H. Ahmad Mansur 
Sumber: مراقي العبودية Karya : Imam Nawawi Al-Jawi

Friday, 16 September 2016

Do'a Penutup pertemuan



Sebelum jaringan internet bermasalah mari kita ngaji jarak jauh di Cangkru'e Desa Kembangan bersama ustadz Yusron Hasan Bin H. Ah. Mansur. Pada kesempatan kali ini ustadz akan menyampaikan kemasan yang berjudul " Do'a Penutup Pertemuan.

Monggo ngaji jarak jauh sareng ustadz Yusron...

 السلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته 

Sebagai makhluk sosial sudah pasti kita selalu berinteraksi dengan sesama manusia baik dalam forum resmi seperti seminar, simposium, rapat ataupun sejenisnya. ataupun dalam forum yang tidak resmi seperti cangkru'an, kenduri dan lain-lain.
 
Dalam berinteraksi dengan sesama terkadang kita melakukan perkara-perkara yang baik dan tak jarang pula kita melakukan perkara-perkara yang jelek. Agar ketika kita melakukan sebuah kebaikan dalam sebuah pertemuan bisa bernilai positif dan agar bila ada kejelekan dalam pertemuan bisa terhapus maka ada sebuah do'a yang harus kita baca sebelum kita meninggalkan sebuah pertemuan, segaimana yang diterangkan dalam sebuah Hadits yang berbunyi :

 عن ابي هريرة رضي اللّٰه عنه قال قال رسول اللّٰه صلى اللّٰه عليه وسلم اذا جلس أحدكم في مجلس فلا يبرحن حتى يقول ثلاث مرات سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لاإله الا انت اغفرلي وتب علي ان كان في مجلس خير كان كالطابع وان كان في مجلس لغو كان كفارة لما كان في ذلك المجلس 

Artinya : Dari Abu Horairoh RA, Dia berkata bahwa Rosululla SAW bersabda " Apabila salah satu dari kalian berada dalam sebuah pertemuan maka janganlah bubar dulu sebelum membaca:

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لاإله الا انت اغفرلي وتب علي 

Subhanaka Allahumma wa bihamdika Asyhadu An La Ilaha illa anta Ighfir li wa tub ' alayya

Sebanyak tiga kali, maka bila dalam majlis tersebut ada kebaikan do'a tersebut akan menjadi pengesah ( semacam stempel ) untuk kebaikan tersebut dan bila dalam majlis tersebut ada kejelekan maka do'a tersebut akan menjadi penghapus kejelekan yang ada .dalam pertemuan tersbut.

Dari hadits di atas bisa kita ambil pelajaran agar setiap kali kita menghadiri pertemuan-pertemuan maka sebelum bubar kita harus memaca do'a tersebut tiga kali. Dalam riwayat yang lain diterangakan bahwa do'a yang dibaca adalah sebagai berikut :

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لاإله الا انت استغفر ك وأتوب إليك 

Subhanaka Allahumma wa bihamdika asyhadu an La Ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaika 

Maha suci Engkau ya Allah, dan dengan memuji-MU, aku bersaksi bahwa tiada tuhan kecuali Engkau , Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-MU
 
Dan dibaca sekali sebagai penutup sebuah pertemua dan faedahnya sama seperti do'a yang disebutkan dalam Hadits di atas.

Diceritakan bahwa suatu ketika Syaikh Abu Yazid Al-Busthomi berziarah ke Makam Rosulullah SAW. beliau bermimpi bertemu dengan Rosulullah SAW. dan dalam mimpinya Rosulullah SAW berpesan kepada Syaikh Abu Yazid Al-Busthomi agar mengunjungi seseorang yang akan menjadi tetangganya besuk di sorga dan seseorang tersebut tinggal di suatu daerah tertentu. Setelah melakukan perjalanan yang sangat jauh, akhirnya Syaikh Abu Yazid Al-Busthomi sampai kepada orang yang dimaksud, tapi Syaikh Abu Yazid Al-Busthomi merasa kecewa karena orang yang dia cari sedang duduk bersama empat puluh orang yang lain dan semuanya adalah para pemabuk. Syaikh Abu Yazid Al-Busthomi-pun memutuskan untuk kembali pulang, namun sebelum Beliau berbalik untuk pulang orang yang dituju pun memanggil Beliau dan berkata " wahai Abu Yazid, wahai Guru Orang-orang Islam, bukankah kau datang dari jauh untuk menemui calon tetangga Anda di Sorga?", tapi mengapa setelah bertemu Engkau langsung berpaling tanpa mengucapkan salam dan tanpa berbicara ? " Abu Yazid Al-Busthomi merasa heran karena orang tersebut mengerti tetang tujuan kedatangan Beliau tanpa diberi tahu, akhirnya Syaikh Abu Yazid Al-Busthomi pun ikut berkumpul dengan orang-orang yang sedang minum minuman keras. Ternyata jumlah mereka semula adalah delapan puluh orang dan yang empat puluh orang talah insyaf setelah mendapatkan bimbingan dari orang yang dimaksud dalam mimpi Syaikh Abu Yazid Al-Busthomi, sedangkan empat puluh orang lainnya akhirnya bertaubat setelah kedatangan Syaikh Abu Yazid Al-Busthomi, dan semuanya akan menjadi tetangga Syaikh Abu Yazid Al-Busthomi besuk di sorga.

Ada kemungkinan orang tersebut selalu membaca do'a yang ada pada hadits di atas setiap akan bubar dari perkumpulannya sehingga orang-orang-pun menjadi insyaf dan bertaubat. Dari cerita di atas dapat kita ambil teladan agar kita tidak berburuk sangka kepada seseorang dan janganlah kita merasa lebih baik dari pada orang lain, karena hanya Allah SWT yang tahu siapa yang baik dan siapa yang buruk.

Demikkan semoga bermanfaat, Amiin

 والسلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته 

Penulis Yusron Hasan bin H. Ahmad Mansur 
Sumber : المواعظ العصفورية karya : Syaikh Muhammad bin Abi Bakar 
Sumber : تنبيه الغافلين karya : Syaikh Nashr bin Muhammad Bin Ibrahim As-Syamarqondi
Lainnya  : Link Mimbar dakwa desa kembangan

Friday, 9 September 2016

Empat Pengakuan Seorang Muslim Dianggap Sebuah Kebohongan




Sebelumnya mohon maaf sebesar - besarnya atas keterlambatan admin menerbitkan kemasan ustadz Yusron Hasan Bin H. Ah. Mansur, dikarenakan ada sedikit kesalahan teknis dari tim kami. Kemarin ustadz yusron membagikan tautan kiriman tahun 2015 yang berjudul " Amalan - Amalan pada bulan Dzul Hijjah "  dan "Hikmah berkurban" , kali ini ustadz akan menyampaikan kemasan yang berjudul " Empat pengakuan seorang muslim dianggap sebuah kebohongan ".

Monggo ngaos jarak jauh sareng ustadz Yusron Hasan.


 السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته

Sering kali kita merasa sebagai orang yang baik dan takut kepada Allah SWT, dan siapapun ketika ditanya apakah anda takut kepada Alah SWT, maka pasti mereka mengatakan " ya !". Tapi apakah pengakuan mereka jujur ataukah tidak maka perlu dibuktikan. Sedang Ulama’ Sufi yang bernama Hatim Al – Ashom mengatakan bahwa ada empat pengakuan seorang Muslim yang diangap sebagai sebuah kebohongan yaitu :

1. Mengaku cinta kepada Allah SWT tetatpi tidak meninggalkan hal-hal yang diharamkan oleh Allah SWT.

Jadi bila kita mengaku cinta kepada Allah SWT maka kita harus meninggalkan semua yang diharamkan oleh Allah SWT, paling tidak bila kita tidak bisa meninggalkannya maka jangan sekali-kali menganggap bahwa hal yang diharamkan oleh Allah SWT itu tidak apa-apa kita lakukan, sebab kalau kita sampai mengangap bahwa perkara yang diharamkan oleh Allah SWT itu boleh kita lakukan maka dosanya akan menjadi semakin besar.

2. Mengaku cinta Nabi SAW tapi benci kepada fakir miskin.

Rosulullah SAW sangat mencintai Fakir miskin bahkan beliau sangat menganjurkan kepada kita untuk mencintai fakir miskin karena itu bila kita benci dan tidak mau mecintai fakir miskin maka berarti kita tidak mencintai apa yang dicintai oleh Rosulullah SAW, padahal salah satu bukti kita cinta kepada seseorang adalah kita mencintai apa yang dicintai oleh orang tersebut, dengan demikian bila kita mengaku cinta kepada Nabi SAW tapi kita tidak mencintai fakir miskin maka pengakuan kita adalah sebuah kebohongan. Yang dimaksud mencintai fakir miskin adalah kita harus suka menolong fakir miskin, memuliakannya dan tidak menghina mereka.

3. Mengaku Cinta sorga tapi enggan untuk bersedekah.

Salah satu calon penghuni sorga yang sudah digambarkan dalam sebuah hadits adalah orang yang rajin bersedekah, dengan demikian maka bila kita mengaku cinta pada sorga maka marilah kita rajin bersedekah, bersedekah itu tidak harus berupa harta ataupun benda, namun bisa kita lakukan dengan menggunakan apapun sesuai kemampuan kita masing-masing, apabila orang mengaku cinta sorga tapi dia enggan bersedekah maka pegakuannya adalah bohong belaka.

4. Mengaku Takut neraka tapi tidak mau meninggalkan dosa.

Neraka adalah tempat untuk pembalasan orang-orang selama hidup di dunia banyak melakukan dosa, dan tak satupun orang yang hidup di dunia ini mau masuk neraka tapi sayangnya terkadang kita melakukan hal-hal yang menggiring kita menuju neraka. Siapapun ketika ditanya apakah anda takut neraka ? maka pasti mereka akan menjawab dengan lantang, " Ya, aku takut neraka " , tapi tidak bayak orang yang mau membuktikan rasa takutnya dengan meninggalkan dosa-dosa. Padahal salah satu syarat orang terhindar dari neraka adalah harus bersih dari dosa, dengan demikian bila ada orang mengaku takut neraka tetapi masih terus berbuat dosa maka pengakuannya adalah bohong.


Demikian Semoga bermanfaat, Amin

 والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

Penulis : Yusron Hasan Bin H. Ahmad Mansur