Friday, 27 May 2016

Larangan-Larangan Saat di Pemakaman ( Tata Cara Ziarah Kubur Bag-3 )


Masih dimimbar dakwa Cangkrue' Desa Kembangan, bersama Ustadz Yusron Hasan Bin H. Ah. Mansur , Kali ini Ustadz akan melanjutkan topik kemasan jumat lalu, dan hari ini membahas kemasan yang berjudul " Tata Cara Ziarah Kubur Bag-3 ".

Monggo ngaos jarak jauh sareng ustadz Yusron...

 السلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته 


Seperti kita ketahui bahwa ahli kubur itu mengetahui apa yang kita lakukan di atas pemakaman karena itu kita juga harus menghormati para ahli kubur, untuk menghormati para ahli kubur maka ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan di area pemakaman antara lain :

1. Duduk di atas kuburan : maksudnya adalah duduk untuk bermain-main atau bercanda di atas kuburan atau di atas makam 

2. Tidur : maksudnya adalah menjadikan kuburan sebagai tempat beristirahat, bersantai sambil tidur-tiduran di atas kuburan 

3. Berjalan di atas kubur kecuali dlorurot : maksudnya adalah berjalan di area kuburan sekedar bermain-main atau menginjak-injak kuburan karena ingin mengambil sesuatu yang ada di area kuburan, kecuali bila kita ingin ziyarah ke salah satu makam yang letaknya di tengah area pemakaman maka kita diperbolehkan untuk berjalan di atas pemakaman bila tidak ada jalan lain yang bisa dilewati.

Para Ulama' memang bersepakat atas terlarangnya tiga hal di atas sekalipun tidak sampai mengharamkan dan mereka hanya mengatakan bahwa ketiga hal tersebut adalah makruh untuk dilakukan, namun demikian sebisa mungkin kita harus menjauhinya, karena dalam salah satu hadits Rosulullah SAW Bersabda :

 لأن يجلس أحدكم على جمرة فتحرق ثيابه فتخلص إلى جلده خير له من أن يجلس على قبر 


Artinya : Sungguh seandainya seseorang dari kalian duduk di atas bara api kemudian bara api itu membakar pakaiannya kemudian menjalar ke kulitnya maka hal itu lebih baik dari pada dia duduk di atas kuburan.

Hadits di atas memberi pengertian tentang dibencinya perbuatan orang-orang yang duduk di atas pemakaman dengan tujuan hanya bersenda gurau, Dalam hadits yang lain Rosulullah SAW bersabda :

 لأن أمشي على جمرة أو صيف أو اخصف نعلي برجلي أحب الي من أن أمشي على قبر 


Artinya : Sungguh seandainya Aku berjalan di atas bara, bumi yang sangat panas atau sambil menambal sandalku maka hal itu lebih Aku sukai dari pada Aku harus berjalan di atas kuburan.

Hadits ini menunjukkan betapa bencinya Rosulullah SAW terhadap orang yang berjalan di atas kuburan tanpa ada alasan yang dibenarkan Selain ketiga hal di atas masih ada dua perkara yang dilarang untuk dilakukan di atas pemakaman bahkan para Ulama' telah menyepakati tentang keharamannya yaitu :

1. Buang air kecil yaitu : kencing sambil mengarahkan air kencingnya ke arah tanah pemakaman atau menjadikan area pemakaman sebagai tempat kencing baik terbuka ataupun tertutup. 

2. Buang air besar yaitu : Berak di atas tanah pemakaman atau membuat tempat buang air besar di pemakaman. 

Termasuk kategori dua hal di atas adalah mengembalakan binatang ternak seperti : kambing, sapi dan sejenisnya di atas pemakaman karena binatang ternak ketika digembalakan maka kemungkinan besar akan buang air kecil ( kencing ) dan juga buang air besar ( berak ).

Dilarangnya melakukan perkara-perkara di atas di area pemakaman adalah karena kuburan adalah tempat untuk mengingatkan orang-orang yang masih hidup akan adanya siksa kubur dan adanya kehidupan di akherat dan bukan tempat untuk bersantai ataupun bersenang-senang dan Rosulullah SAW telah telah melarang bersenda gurau di atas pemakaman sebagamana bunyi sebuah hadits :

 روي عن رسول اللّٰه صلى اللّٰه عليه وسلم أنه قال : إن اللّٰه كره لكم اربعا العبث في الصلاة واللغو في القراءة والرفث في الصيام والضحك عند المقابر 


Artinya: Diceritakan dari Rosulullah SAW bahwa sesungguhnya Beliau bersabda : Sesungguhnya Allah SWT memakruhkan empat perkara bagi kalian 1. Bersenda gurau dalam sholat 2. Bermain-main ketika membaca Al-Qur'an 3. Berbicara kotor ketika puasa 4.Tertawa ketika di pemakaman.

Selain itu membuka aurat di atas kuburan merupakan sebuah kebodohan dan menyalahi tata krama karena tidak menghormati ahli kubur, lebih-lebih bila itu adalah kuburan orang-orang sholeh seperti para Wali dan para Nabi.

Demikian semoga bermanfaat, Amiin

 والسلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته 

Penulis : Yusron Hasan bin H.Ahmad Mansur 
Sumber : 1. الفقه على المذاهب الأربعة karya : Abdur Rohma Al-Juzairi 
Sumber : 2. تنبيه الغافلين karya : Syaikh Nashr bin Muhammad bin Ibrahim As-Samarqondi
Lainnya  : Link Mimbar dakwa desa kembangan

Friday, 20 May 2016

Do"a Untuk Ahli Kubur ( Tata Cara Ziarah Kubur Bag-2 )


Alhamdulillah kita masih bisa menikmati ngaji jarak jauh bersama ustadz Yusron Hasan Bin. H. Ahmad Mansur, di mimbar dakwa Cangkru'e Desa Kembangan. Kali ini Ustadz akan melanjutkan kemasan minggu lalu dengan judul kemasan jumat ini " Do'a Untuk Ahli Kubur ( Tata Cara Ziarah Kubur Bag-2 ) ".

Monggo sareng - sareng ngaos bersama Ustadz Yusron Hasan...

 السلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته 


Sebelum mengucapkan salam secara khusus untuk ahli kubur yang kita tuju maka terlebih dahulu mencari tampat yang sekiranya bisa menjadikan kita berkonsentrasi dalam berdo'a karena ada beberapa pendapat tentang tempat berdo'a saat ziarah kubur antara lain :

1. Menghadap kiblat karena berdo'a yang baik adalah menghadap kiblat 
2. Posisi di kepala mayit dengan Menghadap wajah mayit ( untuk Indonesia menghadap ke timut ) 

Dari dua pendapat tersebut yang paling banyak dianut adalah pendapat yang ke dua ( kita tidak usah terlalu mempermasalahkan karena hakekatnya kita ber'doa adalah memohon kepada Allah سبحانه وتعالى ). Posisi badan saat berdo'a untuk mayit juga terjadi perbedaan pendapat ada yang mengatakan dengan posisi berdiri, ada yang mengatakan duduk sambil jongkok ataupun sambil bersila ( bila bersila usahakan menggunakan alas tikar atau sejenisnya untuk menjaga kesucian pakaian kita ). Namun yang paling utama adalah dengan duduk bersila karena yang dibaca adalah ayat-ayat Al-Qur'an.

Setelah mengucap salam maka selanjutnya kita bertawasul dengan membaca surat Al-Fatihah yang kita tujukan kepada : 

1. Rosulullah صلى اللّٰه عليه وسلم
Contoh :
 إلى حضرة النبي المصطفى محمد صلى اللّٰه عليه وسلم .الفاتحة

2. Para Nabi dan Para Shohabat 
Contoh :
 وإلى أرواح إخوانه من الأنبياء والمرسلين والصحابة والتابعين. الفاتحة . 

3. Para wali dan para Ulama',
 Contoh :

 الى أرواح أولياء اللّٰه تعالى من مشارق الأرض إلى مغاربها خصوصا صلطان الأولياء الشيخ عبد القادر الجيلاني الفاتحة 

4. Bacaan fatihah untuk semua ahli kubur khususnya orang yang sedang kita kunjungi kuburnya. 

Contoh :

 الى أرواح جميع أهل القبور من المسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات خصوصا آباءنا وامهاتنا واجدادنا وجداتنا الفاتحة 


Bila tawassulnya tidak bisa menggunakan bahasa arab maka boleh menggunakan bahasa apa saja sesuai kemampuan, Untuk membaca fatihah bisa dibaca beberapa kali dan bisa juga hanya sekali dan ditjukan untuk semua yang kita tuju.

Setelah bertawassul maka bisa kita lanjutkan dengan membaca surat yasin bila memang kita mampu, bila kita tidak mampu maka bisa membaca surat Ikhlas sebanyak-banyaknya dan kita lanjutkan dengan bacaan kalimat-kalimat thoyyibah yang lain seperti yang sudah terkumpul dalam bacaan tahlil.

Dalam sebuah riwayat diterangkan :

 من زار قبر والديه او أحدهما فقرء عنده يس والقرأن الحكيم غفر له بعدد ذلك آية أو حرفا 


Artinya : Barang siapa berziarah ke kuburan ke dua orang tuanya atau salah satu dari ke duanya kemudian membacakan surat yasin maka orang tersebut mendapatkan pengampunan sejumlah ayat atau huruf yang dibaca.

Setelah selesai semua apa yang kita baca maka kemudian kita berdo'a agar pahala dari apa yang kita baca tersebut diberikan kepada ahli kubur. Sebagaimana sebuah keterangan yang berbunyi : 

 وعن الإمام أحمد بن حنبل أنه قال إذا دخلتم المقابر فاقرءوا بفاتحة الكتاب والإخلاص والمعوذتين واجعلوا ثواب ذلك لأهل المقابر فإنه يصل إليهم 


Artinya : Dari Ahmad bin Hambal sesungguhnya dia berkata : jika kalian masuk ke dalam area kuburan maka bacalah pembukaan kitab ( Surat Al-Fatihah ), Surat Al-Ikhlash, dan Al-Muawwudzatain ( Surat Al-Falaq dan Surat An-Naas ), dan jadikanlah pahala bacaan tersebut untuk Ahli Kubur, karena sesungguhnya pahalanya itu sampai kepada mereka. Sebagai usaha agar pahala bacaan kita bisa sampai kepada ahli kubur maka salah satu do'a yang dianjurkan adalah :

 اللهم أوصل ثواب ما قرائته الى ابي / امي / أخي / اختي

( Ya Allah sampaikanlah pahala dari apa yang ku baca kepada bapakku/ibuku / saudaraku ........),

Untuk do'a yang lebih lengkap bisa dilihat di buku-buku yang sudah banyak beredar. Demikian semoga bermanfaat, Amiin

 والسلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته 

Penulis : Yusron Hasan bin H. Ahmad Mansur 
Sumber 1.: التبيان في اداب حملة القرأن karya : Abi Zakaria Yahya bin Syarifuddin An-Nawawi 
Sumber 2.: إعانة الطالبين karya : Sayyid Abu Bakar bin Sayyid Muhammad Syatho Ad Dimyathi
Lainnya  : Link Mimbar dakwa desa kembangan

Friday, 13 May 2016

Salam Untuk Ahli Kubur ( Tata Cara Ziarah Kubur Bag-1 )


Masih di mimbar dakwa cangkru'e Desa Kembangan bersama ustadz Yusron Hasan Bin. H. Ah. Mansur, Kali ini Ustadz akan mnyampaikan kemasan yang berjudul  " Salam Untuk Ahli Kubur ( Tata Cara Ziarah Kubur Bag-1 ) ".

Monggo ngaos jarak jauh bersama ustadz Yusron Hasan..

 السلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته 

Menjelang datangnya Bulan Ramadhan biasanya banyak sekali umat Islam yang berziarah ke makam orang tua, kerabat dan juga teman ataupun siapa saja bahkan mereka rela pulang dari perantauan agar bisa berziarah ke makam orang yang sudah meninggal khususnya ke makam ke dua orang tua.

Sebenarnya ziarah kubur itu bisa dilakukan kapanpun tanpa harus menunggu momen khusus, namun ada beberapa hari yang lebih dikukuhkan ( menurut madzhab syafi"i ) sebagai waktu untuk ziarah kubur yaitu: mulai masuk waktu ashar pada hari kamis sampai munculnya matahari pada hari sabtu. Imam Hakim meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurairoh yang berbunyi :

 من زار قبر ابويه او أحدهما في كل جمعة مرة غفر اللّٰه له وكان بارا بوالديه 


Artinya: Barang siapa berziarah ke kuburan ke dua orang tuanya atau ke salah satunya di setiap jum"at sekali maka Allah SWT mengampuni dosanya dan dia adalah termasuk orang yang berbhakti kepada ke dua orang tuanya.

Salah satu Hadits yang digunakan sebagai dasar disunatkannya ziarah kubur itu adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Dawud,Turmudzi Ibnu Hibban dan Hakim yang berbunyi:

 كنت نهيتكم عن زيارة القبور فزوروها فإنها تذكركم الآخرة 


Artinya :Aku ( Rasulullah SAW ) Telah melarang kalian ziarah kubur ( waktu dulu ), maka ziarahkuburlah kalian ( sekarang ), maka sesunggugnya ziarah kubur itu mengingatkan kalian akan kematian.

Sebelum masuk ke area makam kita dianjurkan untuk mengucapkan salam secara umum kepada semua ahli kubur yang ada di pemakaman, ada banyak versi salam yang bisa kita ucapkan kepada para ahli kubur dan yang paling umum adalah:

 السلام عليكم دار قوم مؤمنين وإنا إن شاء الله بكم لاحقون 

Artinya : Semoga keselamatan senantiasa selalu atas kalian golongan kaum orang - orang beriman, dan sesunggunya kami adalah orang - orang yang akan menyusulmu bila Allah menghendaki.

Sesudah mengucapkan salam barulah kita masuk ke area makam, setelah kita sampai pada salah satu makam yang kita tuju maka kita kembali mengucapkan salam namun khusus untuk makam yang kita tuju. Misal makam yang kita tuju adalah orang tua kita ucapan salamnya adalah sebagai berikut: السلام عليك ياوالدي ) Assalamu"alaika ya waalidi ) Untuk kata waalidi bisa diganti dengan kata ابي yang artinya bapakku, atau امي yang artinya ibuku, زوجي yang artinya suamiku atau زوجتي yang artinya istriku dan lain - lain.

Bila kita ingin meengucapkan salam hanya sekali saja maka yang lebih dianjurkan adalah ucapan salam yang kita khususkan kepada salah satu ahli kubur yang kita tuju tanpa harus mengucapkan salam secara umum.

Ucapan salam untuk ahli kubur itu bukan hanya dikhususkan bagi orang yang ingin berziarah saja namun juga dianjurkan untuk orang - orang yang lewat di area makam. Dalam sebuah hadits diterangkan:

 عن أبي هريرة قال:أبو رزين: يارسول اللّٰه ان طريقي على الموتى فهل لي كلام أتكلم به إذا مررت عليهم قال: قل السلام عليكم ياأهل القبور من المسلمين والمؤمنين أنتم لنا سلف ونحن لكم تبع وإنا إن شاء اللّٰه بكم لاحقون قال أبو رزين: هل يسمعون قال : يسمعون ولا يستطيعون أن يجيبوا أي جوابا يسمعه الحي قال: ياابا رزين الا ترضى ان ترد عليك بعددهم الملائكة 


Artinya: Dari Abu Huroiroh RA bahwa Abu Razin berkata kepada Rasulullah SAW: " Ya Rasulallah sesungguhnya jalanku adalah melewati orang - orang mati ( kuburan ), Apakah ada perkataan yang aku katakan bila aku melewati mereka ( ahli kubur ) ? Rasulullah SAW bersabda: ucapkanlah السلام عليكم ياأهل القبور من المسلمين والمؤمنين أنتم لنا سلف ونحن لكم تبع وإناإن شاءاللّٰه بكم لاحقون ( semoga keselamatan senantiasa tetap atas kalian wahai penduduk kubur dari golongan orang - orang islam dan orang - orang beriman, kalian telah mendahului kami, kami adalah orang yang mengikutimu, dan kami adalah orang - orang yang menyusul kalian bila Allah menghendaki ) Abu Razin kemudian bertanya : Apakah mereka ( ahli kubur ) bisa mendengar? Rasulullah SAW bersabda: mereka ( ahli kubur ) itu bisa mendengar tapi mereka tidak bisa menjawab (maksudnya seperti jawaban yang bisa didengar oleh orang yang masih hidup ), Rasulullah SAW kemudian bersabda : wahai Aba Razin Tidakkah engkau ridlo bila salammu dijawab oleh malaikat sejumlah ahli kubur?.

Dari hadits di atas bisa disimpulkan bahwa ucapan salam yang kita ucapkan kepada ahli kubur itu bisa didengar bahkan dijawab oleh penduduk kubur namun kita tidak bisa mendengar jawabannnya, kalaupun tidak dijawab maka akan dijawab oleh malaikat sejumlah ahli kubur. Dalam hadits yang lain diterangkan:

 روي عنه صلى اللّٰه عليه وسلم أنه قال: ما من أحد يمر بقبر أخيه كان يعرفه في الدنيا فيسلم عليه الا عرفه 


Artinya: Diriwayatkan dari Nabi SAW sesungguhnya Beliau bersabda : Tidak ada seorangpun yang yang melewati kuburan saudaranya yang dia kenal kemudian dia mengucapkan salam kepadanya ( saudara yang sudah meninggal ) kecuali saudara saudara yang sudah meninggal itu mengenalinya.

Demikian semoga bermafaat, Amiin

 والسلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته 

Penulis : Yusron Hasan bin H. Ahmad Mansur 
Sumber 1: فتح المعين karya : Syaikh Zainuddin bin Abdul Aziz 
Sumber 2: إعانة الطالبين karya : Sayyid Abu Bakar bin Sayyid Muhammad Syatho Ad Dimyathi
Lainnya  : Link Mimbar dakwa desa kembangan

Friday, 6 May 2016

Memperbanyak Tanaman Sorga ( Rahasia di balik kisah isro' mikroj bag-3 )



" Banyak bicara yang tak ada manfaatnya suatu saat akan menjadi bumerang bagi dirinya " _Kata Mukhsin Bin Karno . Dari pada berkata - kata panjang kali lebar, langsung saja kita kembali mengikuti ngaos jarak jauh, bersama ustadz yang masih ikhlas memberikan wawasan / ilmu islami yang senantiasa selalu kita rindukan. Perjuangan Ustadz Yusron Hasan Bin H. Ah. Mansur untuk mempertahankan keistiqomahan ngaos Jarak jauh di CDK terbukti degan beliau yang sempatkan untuk mengemas kajian islam meski ustadz sedang menemani Putri beliau Halia Fadhilah Al Hasan yang tengah dalam keadaan sakit dan di rawat dipuskesmas Kr. Geneng karena Demam Berdarah.

Kemasan kali ini bisa dibilang istimewah, ditulis dipukesmas dan bertepatan dengan ( jumat legi ) adalah hari jumat terakhir Bulan Rajab pada tahun ini. Monggo kita berdo'a untuk kerabat , family, saudara- saudari se islam , semoga yang sedang sakit diberi kesehatan, yang sedang berduka diberi ketabahan. Amiin. Amiiin.

Monggo ngaos jarak jauh bersama Ustadz Yusron Hasan,....


السلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته 


Tanaman yang ada di sorga memang tidak sama dengan tanaman yang ada di dunia, baik batang, ranting, daun ataupun juga buahnya. Ka'ab ibnul Akhbar mengatakan bahwa ketika Rosulullah SAW ditanya tentang pohon sorga maka beliaupun mengatakan bahwa: pohon di sorga itu tangkainya tidak pernah kering, daunnya tidak pernah runtuh. Dan pohon terbesar yang ada di sorga adalah pohon thuba dengan spesifikasi berikut ini: batang pohonnya terbuat dari permata, tangkainya terbuat dari zabarjud, daunnya terbuat dari sutera, pohon tersebut mempunyai tujuh puluh tangkai, tangkai paling atas tertambat di atap arsy sedangkan tangkai paling bawah berada di langit, semua kamar dan kubah yang ada di sorga dilingkupi oleh tangkai pohon tersebut dan pohon tersebut mempunyai buah-buahan yang menggoda selera.

Imam Ali Karramallahu wajhahu mengatakan bahwa : pohon-pohon di sorga itu ada yang terbuat dari emas dan ada yang tebuat dari perak, bila batangnya terbuat dari emas maka tangkainya terbuat dari perak sedangkan bila batangnya terbuat dari perak maka tangkainya terbuat dari emas, pohon di dunia itu batangnya di bawah dan tangkainya ada di atas karena dunia merupakan tempat yang menyusahkan, tidak demikian dengan pohon di sorga sebab pohon di sorga batangnya di atas dan tangkainya ada di bawah sebagaimana firman Allah SWT ( dalam Surat Al- Haqqoh ayat : 23 ) قُطُوفُهَا دَانِيَةٌ buah-buahannya dekat, Maksudnya adalah bahwa buah-buahan sorga itu sangat dekat sehingga bisa diambil sambil berdiri, duduk, bahkan sambil tidur.

Saat naik ke langit yang ke tujuh dalam perjalanan mikroj Rosulullah SAW berjumpa dengan Nabi Ibrahim AS, dalam perjumpaan tersebut Nabi Ibrahim menyampaikan sebuah pesan kepada Rosulullah SAW agar disampaikan kepada umat Islam yaitu: agar memperbanyak tanaman sorga karena sesungguhnya tanah sorga itu bagus dan bumi sorga itu luas. Cara memperbanyak tanaman sorga adalah dengan memperbanyak membaca kalimat:

 لاحول ولاقوة الا بالله العلي العظيم 

Dalam riwayat yang lain diceritakan bahwa: Nabi Ibrahim menyampaikan salam kepada umat Rasulullah SAW dan menyampaikan bahwa: Sesungguhnya sorga itu bersih tanahnya, halus airnya dan tanaman sorga adalah ucapan:

 سبحان اللّٰه والحمدلله ولا إله الا الله والله أكبر

Dalam salah satu Hadits diterangkan:

 عن ابي هريرة رضي اللّٰه عنه أن النبي صلى اللّٰه عليه وسلم مر به وهو يغرس غرسا فقال : يا ابا هريرة ما الذي تغرس ؟ غراسا.. قال: الا ادلك على غراس خير من هذا ؟ سبحان اللّٰه والحمدلله ولااله الا اللّٰه والله أكبر تغرس لك بكل واحدة شجرة في الحنة ( أخرجه ابن ماجه باسناد حسن واللفظ له ؛ والحاكم وقال صحيح الاسناد) 


Artinya : Dari Abu Huroiroh RA bahwa sesungguhnya Rosulullah SAW berjalan dan bertemu dengan Abu Hurairoh yang sedang menanam sebuah tanaman, kemudian Rosulullah SAW bertanya : wahai Abu Huroiroh apa yang kau tanam? Aku berkata : tanaman, kemudian Rosulullah SAW bersabda : tidakkah aku telah menunjukkan kamu tanaman yang lebih baik dari pada tanaman ini? Yaitu:ucapan :

 سبحان اللّٰه والحمدلله ولااله الا الله والله أكبر 

karena akan ditanam untukmu sebuah pohon di sorga untuk setiap satu dari ucapan tersebut ( hadits dikeluarkan oleh Imam Ibnu Majah dengan sanad yang bagus dan kafadznya oleh Imam Ibnu Majah, dan dikeluarkan oleh Imam Hakim dan Dia mengatakan bahwa hadits ini sanadnya shoheh) Dari haditst di atas bisa diambil beberapa pelajaran antara lain:

1. Sekalipun semua umat islam akan masuk sorga namun kenikmatan yang mereka terima berbeda - beda. 

2. Kenikmatan yang diterima oleh penduduk sorga adalah sesuai amal ibadah mereka ketika hidup di dunia.

3. Salah satu cara untuk memperbanyak kenikmatan di sorga adalah dengan memperbanyak membaca, tasbih ( سبحان الله ), tahmid ( الحمد لله ), tahlil ( لا إله الا اللّٰه ) dan takbir ( اللّٰه أكبر ) selama hidup di dunia.

Demikian semoga bermanfaat, Amiin

 والسلام عليكم ورحمة اللّٰه وبركاته 

Penulis : Yusron Hasan bin H. Ahmad Mansur 
sumber :1. نور الظلام karya : Syaikh Muhammad Nawawi bin Umar Al-Jawi sumber 
            2. وصايا الرسول karya : Hamzah Muhammad Sholeh Ajjaj sumber 
            3.  حاشية دردير على قصة المعراج